Follow detikFinance
Senin 20 Mar 2017, 17:28 WIB

Pasokan Aman, Harga Cabai di Bulan Puasa Tak Bakal Naik

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Pasokan Aman, Harga Cabai di Bulan Puasa Tak Bakal Naik Foto: Eduardo Simorangkir/detikFinance
Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) bakal menjaga pergerakan harga berbagai jenis cabai menjelang datangnya bulan Ramadhan nanti.

Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura Kementan, Spudnik Sujono, mengatakan, pihaknya akan terus menjaga harga dan pasokan cabai, untuk menjaga permintaan selama Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

"Kami akan menjaga stabilisasi harga saat Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, diharapkan harga jangan sampai tinggi sekali, jika naik tidak signifikan," kata Spudnik dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (20/3/2017).

Baca juga: Kementan Jamin Pasokan Cabai dan Bawang Sampai Juni Aman

Spudnik mengatakan, ada berbagai langkah menjaga stabilitas harga dan pasokan cabai. Antara lain dengan menjaga jalur distribusi, menjaga pola tanam, dan pemanfaatan Toko Tani Indonesia (TTI) secara maksimal.

Bahkan, kata Spudnik, pihaknya juga bakal memantau kebutuhan berbagai jenis cabai untuk kalangan industri makanan dan minuman supaya tidak mengganggu pasokan cabai untuk masyarakat.

"Kami akan pantau terus (pasokan dan harga) dan kami juga akan panggil industri yang menggunakan bahan baku cabai, kami akan lakukan pemetaan (kebutuhan)," ungkapnya.

Kementan memperkirakan ketersediaan cabai hingga bulan Juni 2017 masih aman. Perkiraan ketersediaan untuk bulan April 2017 sebanyak 79.170 ton, dengan kebutuhan 70.446. Kemudian untuk bulan Mei 2017 sebanyak 82.602 ton, dengan kebutuhan 73.689 ton. Dan perkiraan ketersediaan bulan Juni 2017 sebanyak 84.133 ton dan kebutuhan 75.050.

Baca juga: Aksi Pengepul Mainkan Harga Cabai Rawit Merah Terus Diungkap

Sedangkan perkiraan ketersediaan cabai besar, baik untuk cabai merah besar dan cabai hijau besar, juga masih terjaga di bulan Maret hingga bulan Juni 2017. Untuk bulan Maret, perkiraan ketersediaan cabai besar sebanyak 98.465 ton dengan kebutuhan 91.841 ton.

Kemudian ketersediaan April sebanyak 99.350 ton dengan kebutuhan 92.085 ton. Lalu untuk bulan Mei, perkiraan ketersediaan mencapai 103.574 ton dengan perkiraan kebutuhan 96.003 ton. Dan perkiraan ketersediaan di bulan Juni 103.955 ton dengan kebutuhan 95.211 ton.

"Jadi kita tetap menjaga dan mengawasi ketersediaan," ungkap Spudnik. (hns/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed