Maraknya kehadiran e-commerce di tengah masyarakat, membuat banyak orang cenderung lebih menikmati cara belanja online, yang dinilai lebih mudah dan efisien. Namun dengan adanya e-commerce, toko-toko konvensional juga dinilai bisa mendapatkan efek negatif, karena ditinggal pelanggan.
Menanggapi hal itu, salah seorang pedagang konvensional di Pusat Perbelanjaan Tanah Abang bernama Adi mengaku, ada sedikit kekhawatiran bisnisnya bisa ditinggalkan oleh pelanggan dengan adanya e-commerce.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Tiga Bulan Sebelum Lebaran Pasar Tanah Abang Masih Sepi
Walau sedikit khawatir, namun Adi mengatakan, dirinya juga masih yakin jika masyarakat banyak yang masih senang untuk belanja dan mendatangi langsung ke toko-toko konvensional.
"Kalau di sini kan yang belanja kebanyakan ibu-ibu. Mereka masih lebih senang datang langsung, karena kalau ke sini pelanggan juga bisa nego. Kalau online kan enggak," tuturnya.
Salah seorang pedagang lainnya di Tanah Abang, Zaki mengatakan, saat ini dirinya belum merasa ada perbedaan dengan banyaknya e-commerce yang berkembang. Ia pun mengaku belum khawatir dengan masalah tersebut.
"Belum ada perbedaan sih (dengan ada e-commerce). Penjualan masih biasa saja," terang dia.
Baca juga: Curhat Pedagang Tanah Abang, Omzet Turun Jadi Rp 5 Juta/Hari
Berbeda dengan dua pedagang tadi, salah seorang pedagang busana wanita bernama Gita mengatakan, selain menjual dagangannya di toko, dirinya juga berusaha untuk mengikuti perkembangan zaman dengan memasarkan dagangannya secara online.
"Kalau di sini selain toko, kita juga bisa jual lewat online. Dipasarin lewat instagram biasanya. Jadi biar di sini dapat, terus online juga dapet. Jadi dua-duanya bisa," tuturnya. (hns/hns)











































