Menurut Susi, Indonesia sudah memiliki satu radar bantuan pemerintah Jepang yang saat ini sudah ditempatkan di Wakatobi. Radar tersebut, menurutnya, bisa melacak benda di laut dalam jarak 250 kilometer (km).
"Mau minta radar kayak yang sudah dipasang di Wakatobi, jadi model kapal kayak yang kemarin di Raja Ampat bisa terdeksi ke mana dari jarak 250 km, bisa deteksi kapal masuk ke titik yang jadi konservasi," ucap Susi di Komplek Kediaman Menteri, Widya Chandra, Jakarta, Kamis (6/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Radar yang terhubung ke satelit ini, kata Susi, bisa mengendus benda logam ukuran kecil dari jarak jarak yang sangat jauh.
"Jadi kapal yang lewat di ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia) semua bisa dilihat dari gedung kita. Ini bisa pantau barang apa saja dari metal yang panjangnya 2 meter, begitu bendanya mendekat itu (radar) langsung nyala sehingga bisa untuk antisipasi," ujarnya.
Baca juga: Cerita Susi: Sekarang Nelayan Tangkap Ikan Besar di Pinggir Pantai
Selain meminta bantuan radar canggih, kunjungannya ke Jepang tersebut juga untuk bertemu dengan pengusaha-pengusaha perikanan Jepang.
"Saya ke Jepang ketemu Kadin Jepang dan Menteri Luar Negeri Jepang. Ajak mereka investasi bangun (industri) pengolahan di Indonesia, terutama di Timur. (idr/hns)











































