Menurutnya, dengan dibentuknya tim penanganan khusus untuk masalah ini, perhatian untuk menjaga dan merawat danau ini akan lebih terjamin, seiring dengan upaya pemerintah untuk meminimalisir pertumbuhan eceng gondok yang kini telah menutupi sebagian besar permukaan danau.
Seperti diketahui, selama ini Danau Rawa Pening sudah menjadi sumber penghidupan warga terutama dari segi perikanan dan pariwisata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertumbuhan eceng gondok di danau ini memang tidak bisa diimbangi, mengingat tumbuhan gulma ini akan terus tumbuh. Namun dengan penanganan dan perhatian yang lebih intensif, menurutnya penanganan akan lebih maksimal.
Baca juga: Menteri PUPR Cek Bersih-bersih Eceng Gondok di Danau Rawa Pening
Seiring dengan upaya tersebut, masyarakat juga diharapkan akan ikut menjaga.
"Kalau masyarakat lihat kita memelihara, Insya Allah mereka akan tahu. Jadi akan lebih konsisten," katanya.
Selain itu, Basuki juga akan mengirimkan perwakilan baik dari pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten ke China untuk belajar mengenai pengelolaan dan restorasi danau atau waduk yang telah mengalami penyempitan.
Menurutnya, pengalaman pemerintah China menyelamatkan danau Taihu yang pernah mengalami penyempitan bisa menjadi pembelajaran untuk melakukan hal yang sama bagi danau-danau di Indonesia yang mengalami hal serupa.
"Saya mau kirim teman-teman dari kabupaten dan provinsi untuk melihat langsung ke sana (China). Karena kemarin ada Menteri SDA China ke Jakarta. Mereka punya pengalaman penanganan dengan unit khusus untuk danau Tai Lake. Mudah-mudahan bulan depan kita kirim sebelum puasa," tutur Basuki.
Saat ini, penanganan eceng gondok di Danau Rawa Pening masih berjalan. Eceng gondok yang telah dikeruk nantinya juga akan diolah kembali menjadi produk yang lebih bermanfaat bagi masyarakat. (hns/hns)











































