Follow detikFinance
Senin 17 Apr 2017, 21:32 WIB

195 Bidang Tanah Proyek MRT Belum Bebas

Eduardo Simorangkir - detikFinance
195 Bidang Tanah Proyek MRT Belum Bebas Foto: Ari Saputra
Jakarta - Progres fisik atau konstruksi proyek pembangunan moda transportasi Mass Rapid Transportation (MRT) Jakarta hingga kuartal I 2017 mencapai 69%. Saat ini pembangunan terus berlanjut termasuk proses pembangunan struktur lintasan layang (elevated) yang membentang dari bundaran Senayan hingga Lebak Bulus.

Meski proses pembangunan menunjukkan perkembangan yang cukup pesat, namun hingga saat ini masih ada 195 bidang tanah yang belum tuntas proses pembebasannya.

Berdasarkan data monitorong PT MRT Jakarta, seperti dikutip Senin (17/4/2017), kebutuhan lahan MRT secara keseluruhan adalah 649 bidang, dengan total luas lahan mencapai 138.249 m2. Hingga saat ini, total bidang lahan (prioritas) yang telah dibebaskan adalah 483 bidang dengan total luas 133.703 m2.

Baca juga: Proyek MRT Jakarta Capai Progres Fisik 69%.

Sedangkan sisanya masih ada sekitar 195 bidang tanah yang belum bebas, yang terdiri dari 29 bidang lahan prioritas seluas 2.124 m2, dan 166 bidang lahan non prioritas seluas 4.546 m2.

Sebanyak 26 bidang saat ini masih belum dapat diakses atau dalam proses konsinyasi, yang salah satunya berada di area stasiun Haji Nawi. Beberapa lahan yang masih belum disetujui atau dalam tahap konsinyasi adalah di Stasiun Cipete Raya, Stasiun Haji Nawi, Stasiun Fatmawati, Stasiun Blok A dan Stasiun Sisingamangaraja.

Seperti diketahui, pekerjaan konstruksi stasiun layang MRT saat ini mencapai 53,62%, sedangkan untuk stasiun bawah tanah, progresnya mencapai 84,47%. Rencana penyelesaian konstruksi akan diselesaikan di pertengahan 2018, sementara operasi di bulan Maret 2019.

Baca juga: Tak Boleh Mangkrak, MRT Jakarta Diharapkan Beroperasi 2019.

Dalam pembangunan fase 1 ini terdapat 13 stasiun yang dibagi menjadi dua bagian, yaitu halte-halte yang melayani jalur layang dan halte-halte yang melayani jalur bawah tanah.

Stasiun yang melalui jalur bawah tanah yaitu stasiun Bundaran HI, Dukuh Atas, Setiabudi, Bendungan Hilir, Istora, dan Bundaran Senayan. Sedangkan stasiun yang akan melalui jalur layang adalah Sisingamangaraja, Blok M, Blok A, Haji Nawi, Cipete Raya, Fatmawati, hingga Lebak Bulus. (hns/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed