Follow detikFinance
Selasa 16 May 2017, 12:31 WIB

Ambisi China Dominasi Ekonomi Dunia Lewat Jalur Sutra

Muhammad Idris - detikFinance
Ambisi China Dominasi Ekonomi Dunia Lewat Jalur Sutra Foto: Pool/Laily/Biro Pers Setpres.
Jakarta - China berambisi menguasai ekonomi dunia lewat program jalur sutra baru atau One Belt One Road'. Keseriusam China ditunjukkan Negeri Tirai Bambu itu dengan mengumpulkan 29 kepala negara dalam forum pertemuan The Belt and Road Forum for International Cooperation (BRF), 14-15 Mei 2017 di Beijing, China.

Dalam forum yang digelar di Yangqi Lake International Conference Center (ICC), Presiden China, Xi Jinping, menjanjikan US$ 124 miliar atau sekitar Rp 1.649 triliun (kurs Rp 13.300/US$) untuk mendukung program jalur sutra baru. Dana tersebut siap digelontorkan mendukung Jalur Sutra baru, mulai dari membangun infrastruktur hingga konektivitas dengan negara-negara di sepanjang Jalur Sutra.

Baca juga: Xi Jinping Siapkan Rp 1.649 T untuk Bangun Jalur Sutra

Jalur sutra baru, sesuai keinginan China, bakal menghidupkan kembali jalur perdagangan di masa kuno yang menghubungkan Asia (China) hingga Eropa (Romawi). Dengan jalur darat yang membentang dari China Daratan melewati Asia Tengah, dan berakhir di beberapa titik di Benua Eropa dan Afrika.

"Kita harus membangun pola kerja sama dan menjunjung tinggi upaya untuk meningkatkan ekonomi dunia," kata Xi Jinping seperi dikutip dari Reuters, akhir pekan lalu.

Sementara jalur laut, China akan menghidupkan kembali perdagangan di laut seperti di masa dinasti-dinasti China melewati Asia Tenggara. China sendiri menjanjikan keuntungan dengan dibukanya jalur sutra baru, dengan menghubungkan kawasan industri di sepanjang jalur perdagangan baru itu.

Baca juga: Rencana Besar China Kuasai Perdagangan Dunia

Yang terbaru, China sukses merealisasikan jalur kereta dari Kota Yiwu, Provinsi Zhejiang, ke London, Inggris, dengan jaraknya 12.000 kilometer. Perjalanan kereta ini sekaligus upaya China menghidupkan perdagangan dengan Eropa Barat dengan jalur sutra yang lebih modern.

London merupakan kota ke-15 yang terhubung dengan jaringan kereta api barang yang dioperasikan oleh China Railway Corporation, yang diklaim lebih murah daripada angkutan barang menggunakan udara dan kapal.

Angkutan kereta api memakan waktu 30 hari lebih cepat dibandingkan kapal. Namun, kereta yang dinamakan East Wind ini hanya mampu mengangkut 88 peti kemas, atau lebih sedikit dibandingkan kapal yang mampu membawa sekitar 10.000-20.000 peti kemas.

Baca juga: Jalur Sutra China, Infrastruktur, Industri, dan Kota yang Bersiap

Selain Jokowi, beberapa sekutu dan mitra China menghadiri forum tersebut di antaranya Presiden Rusia Vladimir Putin, Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, dan Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev. Ada juga beberapa pemimpin negara Eropa yang hadir, termasuk Perdana Menteri Spanyol, Italia, Yunani, dan Hungaria. (idr/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed