Kementan: Impor Sapi Bakalan di 2017 Baru Terealisasi 111.886 Ekor

Muhammad Idris - detikFinance
Minggu, 21 Mei 2017 18:20 WIB
Ilustrasi (Foto: Citra Fitri Mardiana/detikFinance)
Sukabumi -
Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan tahun 2017 telah mengeluarkan rekomendasi impor sebanyak 496.430 ekor sapi bakalan. Sapi tersebut kemudian mengalami proses penggemukan di feedloter selama 3-4 bulan sebelum kemudian jadi sapi siap potong.
Data Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, seperti dikutip detikFinance pada Minggu (21/5/2017), dari total rekomendasi yang sudah dikeluarkan untuk tahun ini, realisasi impor sapi bakalan oleh perusahaan feedloter baru mencapai 111.886 ekor per 18 Mei 2017.
Dari total rekomendasi impor 496.430 ekor sapi yang dikeluarkan Kementan, sebanyak 469.040 ekor berasal dari Australia. Dan sisanya sebanyak 27.390 ekor merupakan rekomendasi impor untuk mendatangkan sapi dari Meksiko.
Meski belum satu pun direalisasikan, rekomendasi impor sapi dari Meksiko ini merupakan yang pertama kalinya dalam sejarah tata niaga sapi impor di Indonesia. Pemilihan Meksiko sendiri, selain terbebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), impor sapi bakalan dari negara Amerika Latin itu juga dilakukan agar Indonesia tak lagi terlalu bergantung pada sapi bakalan Australia.
"Ini agar tidak terlalu bergantung dengan sapi Australia. Meksiko juga masuk country based," jelas Ketut Diarmita, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan kepada detikFinance, Minggu (21/5/2017).
Sementara itu, lanjut ketut, pihaknya memastikan daging sapi maupun sapi bakalan yang sudah masuk sudah mencukupi untuk kebutuhan puasa dan Lebaran.
Berdasarkan data prognosa sapi lokal siap potong sampai dengan bulan Juni 2017 adalah sebesar 356.620 ekor atau setara dengan 62.400 ton daging. Sedangkan posisi stok daging ex impor per tanggal 18 Mei 2017 sebanyak 70.518 ton, terdiri dari sapi siap potong 116.417 ekor setara 23.167 ton, daging sapi ex impor 12.025 ton, dan daging kerbau ex impor (Bulog) 35.326 ton.
"Sehingga berdasarkan ketersediaan tersebut, prognosa kebutuhan daging Mei-Juni 2017 adalah sebesar 106.407 ton, sehingga dapat terpenuhi atau aman, bahkan surplus sebanyak 26.511 ton," kata Ketut.


(idr/dna)