Ada Rumah Juragan Warteg, Jalan Tol Ini Dibuat Berbelok

Dana Aditiasari - detikFinance
Senin, 22 Mei 2017 15:44 WIB
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Berbagai cara dilakukan tim konstruksi di lapangan agar jadwal pembangunan jalan tol Pejagan-Pemalang tetap berjalan tepat waktu. Upaya tersebut juga dilakukan manakala tim menjumpai hambatan masih adanya warga yang 'ngeyel' tanahnya tak mau dibebaskan.

Memang, di Desa Sidakaton, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, terdapat sebuah rumah megah yang masih berdiri kokoh. Menurut informasi, rumah tersebut adalah milik juragan warteg.


Pimpinan Proyek jalan tol Pejagan-Pemalang, Mulya Setiawan mengatakan, karena keberadaan rumah tersebut, tim di lapangan sampai harus membuat badan jalan tol yang sedikit berbelok melintas di samping bangunan rumah.

"Pembangunan enggak terkendala ya. Jadi badan jalan kemarin kita buat berbelok menghindari rumah itu. Jadi waktu mudik nanti, jalan ini tetap bisa fungsional. Enggak terganggu," ujar Mulya kepada detikFinance, Senin (22/5/2017).


Saat ini, jalan tol Pejagan-Pemalang telah beroperasi hingga gerbang tol Brebes Exit yang terletak di Brebes Timur. Sisa pekerjaan dari Brebes Timur hingga Pemalang saat ini terus dikebut pembangunannya.

Meski belum rampung 100%, namun badan jalan sudah mulai dibeton sehingga bisa dimanfaatkan fungsional atau darurat untuk melayani mudik jelang ramadan dan lebaran.

"Tinggal 9 km tersisa yang belum dibeton. Target kami, tanggal 5 Juni sudah selesai pengecoran. Setelah itu tinggal tunggu umur (coran beton mengeras). Sehingga tanggal 15 Juni sudah bisa fungsional," tandas dia.


Sebelumnya, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan, saat mudik nanti tidak semua kendaraan bisa melintas di jalan tol ini. Karena ruas tol mulai dari Brebes timur hingga ke Weleri masih berupa jalan sementara, dan hanya dikhususkan mobil pribadi.

"Ruas tol mulai dari Brebes timur hingga Weleri akan difungsikan sementara untuk menampung para pemudik. Meski belum dioperasionalkan, namun ruas jalan tol ini bisa difungsikan sementara untuk menampung pemudik," ujar Budi Karya.

Agar kendaraan besar tidak ikut masuk ke jalan tol ini, pihak tol sudah mempersiapkan satu konsep pengalihan arus. Di mana jumlah kendaraan itu dibagi tiga. Sebanyak 60% kendaraan kecil bisa terus jalan hingga ke Weleri.

Rumah Juragan Warteg di tol Pejagan PemalangRumah Juragan Warteg di tol Pejagan Pemalang Foto: Grandyos Zafna

Sedangkan kendaraan berat dibuang ke utara dan selatan masing masing 20%. Untuk langkah ini, pihak kepolisian menurut menhub sudah memberikan dukungan.

Untuk menampung kendaraan pemudik yang akan melalui jalan tol sementara, pelaksana proyek tol, Waskita Karya telah membangun jalan sementara ini dengan beton LC setebal 10 cm. Hingga hari ini, proses pembuatan jalan beton LC bagi pemudik sudah hampir rampung.
Rumah Juragan Warteg di tol Pejagan PemalangRumah Juragan Warteg di tol Pejagan Pemalang Foto: Grandyos Zafna

Ruas jalan mulai dari Brebes timur hingga Pemalang sepanjang 37 km dan melintasi 13 jembatan, hampir seluruh badan jalan sudah selesai proses pengecoran. Sedangkan ruas jalan yang belum dicor, hanya menyisakan 9 km, yakni di daerah Kecamatan Surodadi, Kabupaten Tegal. (dna/mkj)