Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 20 Jun 2017 11:49 WIB

Kementan Dorong Papua Barat Berdaulat Pangan

Mega Putra Ratya - detikFinance
Foto: Dok Kementan Foto: Dok Kementan
Papua Barat - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan gerakan tanam padi dan Inseminasi Buatan (IB) di Papua Barat. Amran menilai masa depan Indonesia khususnya pembangunan pertanian ada di wilayah timur yaitu Papua Barat

Hadir pada kegiatan ini Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Kasdam Kodam XVIII Kasuari, Brigjen TNI Purnawan Widi Andaru, Wakapolda Papua Barat Kombes Pol. Drs. Petrus Waine dan Plh Bupati Sorong, Mohammad Said Noer. Acara digelar di Desa Malawili, Kecamatan Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat, Selasa (20/9/2017).

Menurut Amran, Papua Barat memiliki potensi pertanian yang besar untuk digali. Untuk mewujudkan hal tersebut, upaya yang dilakukan yakni membangunkan lahan tidur sehingga tersedia lahan pertanian dalam skala besar dan masyarakat petani sejahtera.

Selain itu, perlu membangkitkan kembali komoditas pangan unggulan seperti pala, sukun, kopi, dan jagung hingga dapat diekspor.

"Kami tidak mau lagi kebutuhan pangan di Papua Barat dipasok dari daerah lain terutama Sulawesi Selatan. Tetapi kami inginkan masyarakat Papua Barat bisa penuhi sendiri. Makanya bangunkan lahan dan petaninya pun harus bangun. Petani tidak boleh banyak tidur," kata Amran.
Kementan Dorong Papua Barat Berdaulat PanganFoto: Dok Kementan

Amran mengungkapkan Kementan akan fokus meningkatkan produksi padi di Papua Barat sehingga beras tidak lagi dipasok dari Sulawesi Selatan, tetapi dapat dipenuhi sendiri. Di tahun 2017, Kementan akan mencetak sawah mencapai 1.900 ha.

"Ini menjadi prioritas untuk daerah yang belum mampu memenuhi sendiri kebutuhan berasnya," katanya.

Selain itu, di tahun 2017 ini Kementan akan memberikan bantuan jagung seluas 10 ribu ha dan sukun 3.000 ha. Di sisi lain, Kementan juga akan mendorong pengembangan budidaya tanaman hortikultura seluas 500 ha dan tanaman perkebunan.

Menurut Amran, Papua Barat memiliki potensi yang besar untuk pengembangan komoditas sayur-sayur seperti wortel dan kol sehingga kebutuhannya dapat dipenuhi sendiri atau tidak lagi dipasok dari daerah lain. Papua Barat pun memiliki komoditas unggulan bernilai ekspor seperti Kelapa, kopi, pala, dan kakao. Komoditas ini akan didorong sampai dapat diekspor.

"Intinya pendekatan yang kami lakukan adalah kesejahteraan, tidak ada yang lain. Hortikultura dan perkebunan kami dorong tahun ini sampai hasilnya dapat diekspor," jelas Amran.

Sementara itu Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan mengatakan sektor pertanian sangat penting untuk memajukan dan mensejahterakan masyarakat. Terkait hal ini, pemerintah Papua Barat memprioritas pengembangan komoditas unggulan hingga bernilai ekspor. Komoditas unggulan tersebut meliputi pala, kopi, sayur mayur (wortel, kol, kentang), jagung, kelapa, ternak sapi, sukun, dan kakao.

"Tadi Pak Menteri langsung menelepon Dirjen terkait untuk secepatnya menindaklanjuti. Pengembangan komoditas ini dalam skala luas," ucap Dominggus.

"Kami tentunya sangat mengapresiasi perhatian pemerintah pusat, sehingga Kami selaku penerintah daerah akan bergerak cepat menyusun perencanaan programnya," imbuhnya.

Senada dengan Dominggus, Plt Bupati Sorong, Mohammad Said Noer menyampaikan apresiasi program peningkatan produksi tanaman pangan dari pemerintah pusat. Untuk itu, pemerintah Kabupaten Sorong terus berupaya mewujudkan ketersediaan pangan khususnya padi.

"Produksi padi 2016 mencapai 6.105 ton dan cetak sawah baru 2016 seluas 600 ha," tutur Said Noer. (ega/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed