Follow detikFinance
Jumat 14 Jul 2017, 15:37 WIB

Aksi DJP Ringkus Penunggak Pajak Mirip Cerita di Film Action

Muhammad Idris - detikFinance
Aksi DJP Ringkus Penunggak Pajak Mirip Cerita di Film Action Foto: Muhammad Idris/detikFinance
Jakarta - Bagi penunggak pajak patut waspada. Pasalnya, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) tengah mengintensifkan penyanderaan atau gijzeling. Para penunggak pajak yang ditahan, akan dititipkan ke berbagai Lembaga Permasyarakatan (Lapas) hingga melunasi kewajibannya.

Gijzeling yang terbaru, yakni disanderanya wajib pajak berinisial EB, pemilik perusahaan tambang emas PT MMKU di Kalimantan Timur, yang menunggak pajak hingga Rp 2,37 miliar dari tahun 2013. EB sendiri kemudian dijebloskan ke Lapas Cipinang, Jakarta, setelah dijemput dari rumahnya di Kebon Jeruk.

Simon Jaya, Kanwil Pajak Kalimantan Timur dan Utara, menggambarkan gijzeling yang dilakukan bersam kepolisian dan petugas Lapas tersebut laiknya mirip penangkapan pada film-film aksi.

"Sebelumnya kami intensif koordinasi dengan pihak-pihak lain seperti Polisi bagaimana cara mengambil sandera ini. Pokoknya seperti dalam film-film aksi, luar biasa (menegangkan). Kita agak sedikit nervous (gugup), karena ini pertama kali bagi Kanwil di Kalimantan," tutur Simon saat mengisahkan penangkapan EB, Jumat (14/7/2017).


Menurut Simon, sebelum ditangkap dengan bantuan polisi, EB beberapa kali menghilang dan sulit ditemui. Baru setelah dilakukan pengintaian oleh petugas pajak, pengusaha berusia 53 tahun tersebut kedapatan berada di rumahnya di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

"Perusahaannya di Kalimantan, tapi orang Jakarta. EB ini posisinya saat dilakukan pengambilan (sandera) berada di rumahnya sore hari menjelang malam. Sekitar jam 18.00," ujar Simon.

Sementara itu, Kepala KPP Tanjung Redeb Berau, Immanuel Ambarati, yang ikut dalam penangkapan EB, mengatakan ada 10 orang yang terdiri dari gabungan petugas pajak, polisi, dan petugas Lapas saat menyambangi rumah pengusaha tersebut.

"Ada sekitar 10 orang, di tim kami sendiri dari Kanwil, KPP, dan kantor pusat (DJP) ada 6 orang. Datang ke rumahnya jam 6 sore, sebelumnya ada tim lagi yang melakukan pengintaian. Waktu kita jemput, dia bersama keluarganya," ucap Immanuel.

"Ini masih mending di rumah, ada dulu pengusaha kita jemput pas keluar dari mal. Kita ambil pas di parkiran, di situ ada anak dan istrinya," pungkas Immanuel.


Pengusaha EB sendiri diketahui menunggak tagihan pajak PBB dan PPh untuk tahun pajak dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2016. Sebelumnya DJP sudah melayangkan surat teguran, surat paksa, dan penyitaan, namun usaha tersebut tak membuahkan hasil.

Penyanderaan dilakukan pada tanggal 12 Juli 2017 lalu, namun kemudian dibebaskan sehari kemudian setelah EB menyelesaikan tunggakan pajaknya. (hns/hns)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed