Follow detikFinance
Jumat, 18 Agu 2017 11:25 WIB

SBY Hingga Megawati Rayakan Bareng HUT RI ke-72, Sri Mulyani: Adem

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Biro Pers Setpres Foto: Biro Pers Setpres
Jakarta - Seluruh mantan Presiden Republik Indonesia, untuk pertama kalinya berkumpul pada upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Indonesia ke-72, kamis (17/8) lalu.

Selain Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Jusuf Kalla, para pimpinan terdahulu yang hadir di antaranya BJ Habibie, Megawati Sukarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, Try Sutrisno, dan Boediono.



Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku bahagia dan gembira melihat situasi tersebut. Menurutnya, hal ini membawa angin segar bagi situasi di masyarakat bahwa setiap pemimpin negara ini akan selalu memiliki komitmen bersama untuk menjaga Indonesia menuju cita-cita yang diimpikan.

"Adem. Senang saja. Senang. Pemimpin-pemimpin kita semuanya bisa hadir untuk memperingati 72 tahun kemerdekaan. Itu ada 17 Agustus-an kalau lihat pemimpin bisa bergabung tentu membuat rakyat bisa lihat contoh bagaimana kebersamaan bisa dirajut untuk bisa membuat Indonesia lebih baik," katanya saat ditemui di Kementerian Keuangan, Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (18/8/2017).

Tanpa banyak bicara mengenai dampaknya kepada situasi ekonomi saat ini, Sri Mulyani mengatakan ekonomi pada intinya akan dikelola dengan baik. Namun momen tersebut menjadi peringatan kembali kepada negara agar menciptakan perasaan bahwa republik ini didirikan dengan suatu cita-cita yang besar dengan perjuangan yang tidak mudah.

"Jadi kita diingatkan kembali setiap tahun pada peringatan 17 Agustus, bagaimana kita menjadi bagian dari bangsa Indonesia untuk bisa ikut membantu menyumbangkan membawa republik ini ke cita-citanya. Itu suatu makna paling besar dalam setiap hari kemerdekaan," ungkapnya.

Peringatan Hari Kemerdekaan kata dia menjadi momentum bagi segenap bangsa untuk mengingat kembali sejarah negara ini didirikan, sehingga setiap hari rasa untuk membangun Indonesia bisa terus ditumbuhkan seperti cita-cita pendiri bangsa terdahulu.

"Terutama untuk generasi muda yang lebih global, mereka punya identitas sebagai bangsa Indonesia," tutur dia.

"Menjadi bangsa Indonesia itu merupakan suatu misi yang belum terselesaikan dan kita memiliki peran untuk menyelesaikannya," tukasnya. (eds/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed