Pro Kontra Warga Soal Pondok Cabe Jadi Bandara Komersial

Pro Kontra Warga Soal Pondok Cabe Jadi Bandara Komersial

Muhammad Idris - detikFinance
Jumat, 08 Sep 2017 15:55 WIB
Pro Kontra Warga Soal Pondok Cabe Jadi Bandara Komersial
Foto: Muhammad Idris
Tangerang Selatan - Kementerian Perhubungan berencana menjadikan Landasan Udara Pondok Cabe di Tangerang Selatan sebagai bandara komersial. Selain letaknya yang relatif dekat dengan Jakarta, dua bandara lainnya, yakni Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma, dianggap cukup padat.

Beragam reaksi pun mengemuka dari warga yang bermukim di sekitar bandara. Ada yang mendukung, sebagian lagi menolak.

Kasi Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Anwar Sanusi mengungkapkan sudah banyak warga yang mengetahui rencana menjadikan Landasan Udara Pondok Cabe menjadi bandara komersial, seperti halnya Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Ada yang setuju atau yang tidak. Tapi kalau menolak atau mendukung saat ini belum terlalu kelihatan, karena mereka tahunya ini rencana sudah lama, tapi belum juga kelihatan barangnya. Sudah lama sekali ini, tapi enggak jadi-jadi," jelas Sanusi ditemui di kantornya, Pamulang, Tangerang Selatan, Jumat (9/9/2017).

Menurut Sanusi, warga yang keberatan lebih karena keberadaan bandara komersial bisa membuat Jalan Raya Cirendeu-Pondok Cabe semakin macet. Pasalnya, saat ini saja, jalan akses ke bandara itu sudah macet cukup parah, khususnya saat pagi dan sore hari.

"Makanya kita harapkan dilebarkan dulu jalannya. Warga maunya begitu, apakah ada nilai negatifnya dari rencana bandara itu, ya macetnya itu. Kalau sekarang pesawatnya banyak, tapi kan sedikit," ujarnya.


Menurut dia, wilayah di sekitar bandara Pondok Cabe sudah mulai padat penduduk sejak tahun 1990-an. Namun baru semakin marak pemukiman pasca tahun 2000.

"Puluhan tahun di sini sudah padat. Yah sejak ada bandara itu kan tahun 1970-an, sudah mulai ramai tuh. Kemudian banyak perumahan itu tahun 1990-an, tapi paling ramai mulai tahun 2000. Kawasannya ramai, jalannya sempit, wajar macet," tutur Sanusi.

Ramdhan, warga sekitar landasan udara, keberatan jika Pondok Cabe dijadikan jadi bandara komersial. Selain kemacetan yang bisa lebih parah, frekuensi penerbangan nantinya juga akan naik sehingga akan cukup mengganggu.

"Kalau sekarang bising memang kalau pesawat lewat, tapi kan itu jarang, paling pas latihan pesawat. Kalau jadi bandara beneran (komersial) pesawatnya pasti sering, kalau terlalu sering itu kan berisik, sekarang sih enggak masalah. Khawatirnya nanti jadi berisik karena letaknya kan dekat sekali sama pemukiman," ucap Ramdhan.


Setali tiga uang, hal yang sama diungkapkan Sutrisno. Menurutnya suara bising dari pesawat yang terlalu sering jadi masalah jika landasan udara tersebut benar-benar beralih fungsi jadi bandara komersial.

"Selain bisa tambah macet, suara pesawat kan bising, itu saja. Kalau pesawat nabrak rumah itu enggak terlalu khawatir," ucap Sutrisno.

Sementara itu, warga lainnya, Paudin, mengaku tak masalah jika ada bandara komersial beroperasi di sekitar tempat tinggalnya. Baginya, kawasan Pondok Cabe yang semakin ramai bisa membuat ekonomi di kawasan itu lebih bergeliat.

"Bisa lebih ramai, saya sendiri kan jualan. Kalau lebih ramai lebih bagus dong. Samakin banyak yang beli," kata Paudin yang membuka kios kecil di seberang bandara itu. (idr/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads