Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 09 Okt 2017 19:04 WIB

Berbahaya, Patin Vietnam Dilarang Masuk ke AS dan Eropa

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Edward Febriyatri Kusuma/detikcom Foto: Edward Febriyatri Kusuma/detikcom
Jakarta - Produk fillet ikan Dori (Patin) asal Vietnam diketahui masuk ke sejumlah ritel di Jakarta tanpa izin. Setelah diperiksa di Laboratorium, produk olahan ini bahkan memiliki kandungan tripolyphosphate yang melebihi ambang batas dan dapat membahayakan kesehatan konsumen.

Kepala Badan Karantina lkan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) KKP, Rina mengatakan produk tersebut ternyata juga dilarang masuk ke Amerika Serikat dan Eropa, sehingga Vietnam disinyalir mencari pasar baru, khususnya di Asean yang memiliki jumlah penduduk cukup besar.

"Eropa dan USA perketat dan bahkan tidak lagi menerima Dori dari Vietnam karena kandungan Tripolyphospate yang melebihi ambang batas dan kerugian ekonomi karena kandungan air yang dianggap sebagai penipuan ekonomi," katanya saat dihubungi di Jakarta, Senin (9/10/2017).

Dilarangnya Patin asal Vietnam masuk ke AS dan Eropa seharusnya memberikan peluang bagi patin Indonesia untuk membuka ekspor mengisi kekosongan pasar di Amerika dan Eropa tersebut. Namun ternyata, produk olahan patin asal Vietnam justru masuk secara ilegal ke dalam negeri, yang sampai saat ini masih diselidiki kasusnya.

Bahkan masuknya Patin asal Vietnam tersebut sempat membuat pengusaha Patin lokal terkena dampaknya.

"Ada juga keluhan dari pengusaha ikan patin lokal, katanya ikan mereka enggak laku karena ada Dori impor dari Vietnam. Dan memang ternyata di lapangan kenyataannya ada. Dilakukan operasi lapangan, termasuk ke pasar supermarket, setelah ditelusuri, masuknya dari pintu pemasukan yang enggak resmi atau ilegal," ujar Kepala Pusat Sertifikasi Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan BKIPM KKP, Widodo Sumiyanto.

Seperti diketahui, berdasarkan hasil pengujian tiga sampel Dori dari kegiatan operasi bersama yang dilakukan Laboratorium BUSKlPM bulan September 2017, diperoleh data bahwa terdapat kemiripan DNA 98-100% dibandingkan dengan sequensing ikan Dori impor yang dimiliki Laboratorium BUSKlPM.

Demikian pula menurut LHU sampel dori lokal dan dori berlabel impor hasil operasi bersama yang diterbitkan oleh Laboratorium PT Saraswanti lndo Genetech, parameter tripolyphosphate menunjukan nilai 7.423.18 ppm dan 8.251.26 ppm. Sedangkan batas maksimum pada ikan dan produk perikanan adalah 2.000 mg/kg.

"Dengan tingginya kandungan tripolyphosphate itu, itu adalah bahan pemutih. Kalau kebanyakan bleaching, usus kita nanti juga bisa putih. Dorinya juga lebih banyak air. Makanya belilah Patin Indonesia. Kalau kita beli itu, kita menghidupi masyarakat Indonesia," pungkasnya.

Apa Bedanya Patin dan Dori?

Nama Ikan Dori sendiri kerap disamakan dengan Ikan Patin. Lantas, samakah Ikan Dori dan Ikan Patin?

Nama ikan Dori berasal dari Vietnam yang digunakan sebagai strategi dagang negara itu. Banyak yang mengira bahwa ikan ini adalah ikan laut, padahal ikan dori adalah ikan patin yang hidup di air tawar, sama seperti ikan Patin di Indonesia.

"Ikan patin dan ikan dori sama. Nama latinnya Pangasius. Istilah Dori dikembangkan sebagai merek dagang nya Pangasius Vietnam. Seharusnya ikan Patin Indonesia jangan disebut Dori. Karena Dori sudah ditolak di USA dan Eropa," kata Kepala Pusat Sertifikasi Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan BKIPM KKP, Widodo Sumiyanto kepada detikFinance.

Masyarakat sendiri diimbau untuk tidak membeli produk Patin asal Vietnam jika menemukan di pasar. Pasalnya, saat ini BKIPM sudah dan masih bersosialisasi ke seluruh ritel yang ada untuk menarik dagangan Dori asal Vietnam yang terbukti masuk tanpa ada izin dan memiliki kandungan kimia berbahaya.

"Bila masih ada di lapangan, boleh dilapor ke kami (BKIPM)," jelas Widodo.

Penyelidikan sendiri masih terus berlangsung, dari mana sebenarnya jalur distribusi produk fillet Dori yang saat ini masuk di pasaran. Seluruh pihak yang terkait dengan jalur distribusi produk ini masuk ke pasaran pun sudah dalam catatan dan akan segera diproses.

"Kita masih mensosialisasikan untuk semua orang tahu, bahwa Dori masuk ke Indonesia tidak ada izin. Kita sudah lewati beberapa tahap. Kita sudah panggil semua ritel-ritel besar untuk kasih aturannya seperti ini. Ritel sudah dipanggil, distributor, alamat, nama sudah ada di Bareskrim semuanya," ungkap Rina. (eds/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com