Follow detikFinance
Jumat, 17 Nov 2017 11:36 WIB

Jokowi Ibaratkan Debat Soal Infrastruktur Seperti Telur dan Ayam

Danu Damarjati - detikFinance
Foto: Hary Lukita Wardani/detikcom Foto: Hary Lukita Wardani/detikcom
Jakarta - Dalam kegiatan Sarasehan Nasional Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkit tentang gencarnya pembangunan infrasruktur yang cukup banyak menuai kritik dalam beberapa waktu terakhir.

Salah satu kritik tertuju pada pembangunan Trans Papua. Banyak pihak yang meragukan pembangunan tersebut cenderung boros, karena aktivitas ekonomi yang masih rendah namun sudah disediakan jalan yang begitu lebar.

"Ada yang menyampaikan ke saya, presiden Jokowi apakah ada jaminan pembangunan Trans Papua akan meningkatkan, menaikkan pertumbuhan ekonomi di Tanah Papua?," ungkap Jokowi di depan anggota DPD, Jakarta, Jumat (17/11/2017).

"Ini kan kayak telur sama ayam, dibangun dulu jalannya terus ekonomi tumbuh atau kita tunggu ekonomi tumbuh baru dibangun jalan, tentu saja mestinya DPD memberikan dukungan kalau kita bangun daerah-daerah," ungkap Jokowi yang disambut tepuk tangan.


Jokowi menilai kritik terhadap pembangunan Trans Papua tidak tepat. Pembangunan tersebut adalah solusi untuk mempersempit ketimpangan antara Indonesia Barat dan Timur.

"Jangan kita bangun Trans Papua malah ada dari DPD menanyakan untuk apa itu, Trans Papua ini kita bangun agar sekali lagi ketimpangan infrastruktur Indonesia barat, timur tengah jadi seimbang," tegasnya.

Pembangunan infrastruktur, kata Jokowi sangat fundamental. Selain Trans Papua, pemerintah juga tengah dalam pembangunan Trans Sumatera. Jokowi menyampaikan, ekonomi kedua terbesar di Indonesia adalah Sumatera, namun kondisi infrastrukturnya sangat kurang. Infrastruktur dibutuhkan agar arus barang dan jasa bisa bergerak lebih cepat.

"Kenapa sekarang kita bangun infrastruktur tidak jawa sentris tapi Indonesia sentris, membangun dari pinggiran, membangun dari pulau-pulau terluar ya karena daerah-daerah sangat membutuhkan itu. Jalan tol Trans Sumatera diperlukan karena mobilitas logistik, mobilitas orang. Ini akan memperkuat kita bisa bersaing, bisa berkompetisi dengan negara lain atau tidak," paparnya.


Tanpa infrastruktur yang cukup, sulit bagi Indonesia bersaing dengan negara lain di dunia. Sekarang dari negara tetangga saja Indonesia masih tertinggal.

"Infrastruktur kita dibanding negara-negara tetangga kita yang dekat masih 2,5 kali biaya transportasi dan logistik sehingga kompetisi kita kalah. Hal-hal mendasar ini harus segera diselesaikan, jalan Trans Kalimantan, Trans Papua kita bangun agar transportasi logistik kita lebih cepat harga bahan pokok semakin murah," pungkasnya. (mkj/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed