Follow detikFinance
Rabu 22 Nov 2017, 17:58 WIB

Catatan Sri Mulyani untuk Perbaikan Kualitas APBN

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Catatan Sri Mulyani untuk Perbaikan Kualitas APBN Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meminta tiga Direktorat Jenderal (Ditjen) di Kementerian Keuangan untuk bisa bersinergi mengelola keuangan negara untuk menghasilkan kualitas APBN yang lebih baik. Ditjen itu adalah Anggaran, Perbendaharaan, dan Perimbangan Keuangan.

Dalam proses menuju sinergitas itu, Sri Mulyani menantang ketiga Ditjen tersebut berani melakukan beberapa hal. Pertama, mengenai pengawasan dalam proses pengalokasian anggaran kepada masing-masing Kementerian/Lembaga dan transfer daerah.

Dia ingin agar dalam penyusunan anggaran, ada pengawasan lebih terhadap target hasil yang akan diberikan dari alokasi anggaran yang diminta.


"Saya ingin tantang Anda (3 Dirjen). Saya melihat dalam mengelola APBN, ada optimalisasi yang bisa kita push lagi. Yaitu the concept of value for money. Berapa nilai yang harus kita dapat dengan anggaran belanja sekian," katanya dalam acara Budget Day di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (22/11/2017).

"Value for money itu, saya inginkan 3 Dirjen ini anda punya DNA atau gen anda dalam bersikap, anda tidak bosan untuk terus menanyakan, apakah program ini memang perlu? Apakah setiap rupiah yang kita belanjakan, we got the result that we deserve?," sambungnya.

Menurut dia, alokasi belanja yang dianggarkan dalam APBN perlu benar-benar diawasi dengan membentuk suatu sistem yang memperjelas tugas dari daerah untuk memastikan belanja di daerah benar-benat sesuai dengan tujuan awal.


"We should ask about it. Dan anda tidak hanya bertanya, tapi anda memaksa dengan sistem agar tiap daerah memberikan value for its money yang mereka dapatkan. Sikap ini adalah sikap dr orang-orang yang berpikiran akuntabel," ungkapnya.

Tantangan selanjutnya, Sri Mulyani ingin APBN dibuat sebagai katalis untuk swasta bisa masuk.

"Artinya Dirjen Anggaran, Perimbangan dan Perbendaharaan, Anda jadi the real treasury dengan anggaran seperti itu. Mungkin proyek butuh sekian ratus triliun, sekian untuk daerah dan sekian lagi dari BUMN dan sekian lagi dari swasta. Bahkan Anda bisa membuat multi years contract, saya ingin ada orang di Dirjen Anggaran, atau anda duduk bersama dengan SMI dan PPI," tutur dia.


Selain itu dia meminta pengelolaan keuangan negara bisa diinformasikan kepada publik dengan baik. Selama ini, menurut Sri Mulyani, Kementerian Keuangan hanya dikenal dalam pencari pajak dan menarik utang.

"Sebagai pengelola keuangan negara kita harus accountable, untuk data dan informasi. Orang luar itu tadinya hanya pajakin dan utang , kita gagal mengkomunikasikan dengan baik, padahal Kementerian Keuangan ini banyak sekali data yang baik. Di Kemenkeu, data itu bertumpuk-tumpuk," tandasnya. (eds/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed