Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 14 Des 2017 15:08 WIB

Emil Dardak Bicara Soal Rencana Jokowi Pindahkan Ibu Kota

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Emil Dardak (Ari Saputra/detikcom) Foto: Emil Dardak (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Pemindahan ibu kota kembali didengungkan, bahkan pemerintah lewat Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) akan melaporkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait dengan nama calon pengganti DKI Jakarta.

Setidaknya, ada tiga nama daerah calon ibu kota Indonesia yang letaknya di luar Pulau Jawa

Menanggapi itu, Bupati Trenggalek, Emil Dardak mengatakan, isu pemindahan ibu kota bukan suatu hal yang mudah direalisasikan meskipun akan mendorong perekonomian di suatu wilayah baru.

"Saya rasa ini bukan perjalanan singkat, akan benar-benar dikaji dengan matang. Sebuah kajian ada asumsinya, ini mindahin ibu kota. Kita setuju bahwa pemindahan ibu kota mendorong kekuatan ekonomi baru untuk Indonesia Timur, enggak hanya terkonsentrasi di dalam Jawa," kata Emil di Energy Building, Jakarta, Kamis (14/12/2017).


Emil mengatakan, fokus pemerintah untuk merealisasikan pemindahan ibu kota harus benar-benar dikaji, apalagi koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah juga akan semakin membutuhkan ongkos yang lebih besar jika memang lokasinya di luar Pulau Jawa.

"Itu ongkosnya besar, karena ibu kota penentu daya saing ekonomi kita. Kita sedang dalam kondisi ekonomi strugling, kalau dipindahkan langsung begitu saja, akan menjadi tantangan berat. Kita lagi dalam momen enggak boleh ngurangin gas atau ngerem," ungkap dia.

Oleh karena itu, kajian yang tengah dilakukan oleh Bappenas harus benar-benar memberikan hasil yang masak. Sebab, ibu kota pindah juga akan membawa banyak pegawai negeri sipil (PNS), serta elemen pendukungnya.

"Jadi saya melihat kajian ini bagus, jangan langsung diputuskan. Dibutuhkan di buka ke publik, apa yang mendasarinya, dampaknya, bagaimana pengaruhnya terhadap daya saing bangsa," ungkap dia.


Emil mengusulkan, Pulau Madura bisa menjadi pilihan bagi pemerintah untuk dijadikan ibu kota yang baru. Lokasinya juga dekat dengan wilayah timur Indonesia, seperti Kalimantan, Sulawesi, Bali.

"Bisa menjadi sebuah pertimbangan, Kalimantan juga, jangan sampai Kalimantan berat, enggak jadi. Kalau ada opsi itu bisa dipertimbangkan. Jadi titik awal diskusi yang lebih serius dan berbobot soal opsi pemindahan ibu kota," tukasnya. (mkj/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed