Operasi Pasar Terus Digelar, Kapan Harga Beras Turun?

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Selasa, 09 Jan 2018 20:38 WIB
Foto: Grandyos Zafna.
Jakarta - Harga beras melonjak di awal tahun. Pemerintah melalui Perum Bulog segera menggelar operasi pasar.

Sebagai informasi, harga beras medium naik dari Rp 8.000/kilogram (kg) menjadi Rp 8.800/kg. Sedangkan beras premium naik dari Rp 12.000/kg menjadi Rp 12.500/kg. Kapan kira-kira harga beras turun?

Menurut Guru Besar Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB), Muhammad Firdaus harga beras bisa turun dalam waktu satu minggu.

"Pasti efektif harga akan turun. Penurunan dalam seminggu kurang. Jadi misalnya harapan pemerintah harga beras Rp 10 ribu maka harga beras bisa (turun) Rp 10 ribu," kata Firdaus kepada detikFinance, Selasa (9/1/2018).


Menurut Firdaus langkah operasi pasar yang dilakukan pemerintah sudah tepat untuk menstabilkan harga. Operasi pasar akan mendongkrak volume beras, sehingga harga turun.

"Sudah bagus, sudah benar. Jadi harga itu berkaitan dengan permintaan beras inelastis. Jadi operasi pasar itu sudah bisa mengurangi harga karena dengan peningkatan volume beras harga bisa turun dengan cepat," ujar Firdaus.

Firdaus juga menyarankan agar pemerintah mengurangi aturan tak lagi memakai Harga Eceran Tertinggi (HET). Menurutnya, HET diubah menjadi harga acuan.


"Jangan terlalu banyak aturan seperti Harga Eceran Tertinggi (HET) karena enggak bisa dikontrol dengan HET. Jadi terlalu banyak effort yang mengendalikan (harga)," tutur Firdaus.

"Lihat history harga beras itu di atas HET. Tapi apakah pemerintah memberikan sanksi pada pedagangnya? Jadi saya tidak menyarakankan penetapan HET tapi harga acuan," sambung Firdaus.


Dia menambahkan, pemerintah perlu memperkuat Bulog dengan peran operasi pasar dan cadangan beras yang cukup.

"Harga itu berkaitan dengan permintaan beras inelastis. Jadi operasi pasar itu sudah bisa mengurangi harga karena dengan peningkatan volume beras harga bisa turun dengan cepat. Jadi perlu perkuat peran Bulog dengan cadangan beras yang cukup," tutupnya. (hns/hns)