Follow detikFinance
Senin, 15 Jan 2018 15:31 WIB

JK: Impor Beras Tambah Stok Bulog, Tak Boleh Kurang 1 Juta Ton

Muhammad Taufiqqurahman - detikFinance
Foto: Muhammad Taufiqqurahman/detikcom Foto: Muhammad Taufiqqurahman/detikcom
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan, impor beras untuk menjaga stok di gudang Bulog. Menurut JK, kebijakan impor diambil karena pemerintah tak mau ambil risiko kekurangan pasokan, meskipun diproyeksi bakal ada panen di Januari, Februari, dan Maret tahun ini.

Rencananya, akhir Januari 2018 akan masuk 500.000 ton beras dari Thailand dan Vietnam.

"Di Januari, Februari, Maret, tapi ya kita tidak boleh berspekulasi. Pemerintah tidak mengambil risiko stok," ujar JK di Istana Wapres, Jakarta, Senin (15/1/2017).


JK menegaskan, cadangan beras di gudang Bulog tidak boleh kurang dari 1 juta ton. Alhasil, kebijakan impor diambil untuk mengamankan stok beras.

"Oleh karena itu yang impor itu untuk menambah stok bulog, cadangan tidak boleh kurang daripada 1 juta ton dalam keadaan apapun," tutur JK.

"Nah ini 200 juta (penduduk), mesti tambah (cadangan), yang tercepat ya impor ini," lanjut JK.


Dia menambahkan, beras impor ini tidak akan keluar pada saat panen raya nanti, hanya disimpan di gudang Bulog saja.

"Kalau waktu panen raya, ini disimpan di gudang saja, jadi cadangan," tutur JK.


Selain itu, JK menambahkan, yang menjadi importir beras adalah Bulog, bukan PT PPI (Perusahaan Perdagangan Indonesia).

"Perlu saya luruskan juga, yang mengimpor itu Bulog, bukan PPI. Sejak Sabtu, eh Jumat, saya sudah suruh koreksi itu. harus Bulog," kata JK. (hns/zul)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed