Sri Mulyani ke Pejabat Kemendag: Anda Perlu Disentil Sedikit

Sri Mulyani ke Pejabat Kemendag: Anda Perlu Disentil Sedikit

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Kamis, 01 Feb 2018 19:00 WIB
Sri Mulyani ke Pejabat Kemendag: Anda Perlu Disentil Sedikit
Foto: Sylke Febrina Laucereno/detikFinance
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat kesal dengan data ekspor Indonesia di 2017 yang masih kalah dengan negara tetangga seperti Thailand, Malaysia dan Vietnam. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, mengetahui hal itu dari koran.

"Semoga tetap semangat, karena saya baca di koran, kemarin saya baru pulang dari London, dan saya baca bahwa bapak Presiden tidak puas dengan ekspor kita. Jadi kita harus membuat supaya kinerja kita bisa lebih baik lagi," katanya saat membuka paparannya di Rapat Kerja Kementerian Perdagangan di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (1/2/2018).

Sri Mulyani mengatakan, persoalan ekspor tak melulu menjadi tanggung jawab Kementerian Perdagangan sepenuhnya. Ada koordinasi antara Kementerian/Lembaga (K/L) lainnya yang perlu juga ditingkatkan agar ekspor benar-benar bisa digenjot kinerjanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Saya tahu ekspor bukan tanggung jawab satu institusi karena dia tanggung jawab dari berbagai institusi. Sebetulnya ini juga ditentukan oleh institusi yang lain, tak hanya Perdagangan," katanya yang kemudian disambut tepuk tangan oleh para hadirin yang didominasi oleh pegawai Kementerian Perdagangan.

"Karena ditegur Bapak Presiden kan bisa bilang, 'Pak kan enggak cuma karena saya saja'. Tapi anda memang juga mungkin perlu disentil sedikit," ujarnya yang kemudian disambut tawa para hadirin.

Namun Sri Mulyani meyakini, perbaikan ekspor akan dipengaruhi oleh banyak hal. Termasuk Kementerian Keuangan yang memiliki tanggung jawab secara langsung maupun tidak langsung.


Kalau yang sifatnya tidak langsung, tupoksinya adalah menjaga ekonomi bisa tetap stabil, agar daya saing bisa terus dijaga sehingga secara tidak langsung akan mendukung perdagangan dan ekspor. Upaya tersebut dilakukan melalui kebijakan fiskal lewat stabilisasi inflasi, membangun infrastruktur baik lewat APBN atau KPBU, dan juga memberikan kredit usaha kepada para pelaku usaha.

Sementara yang sifatnya langsung, Kemenkeu memiliki yang disebut penugasan khusus dalam meningkatkan ekspor Indonesia lewat Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau Eximbank Indonesia. Badan ini didirikan untuk meningkatkan kapasitas kemampuan ekspor di Indonesia.

"Yang selama ini yang terus menerus diomongkan sebagai prestasi adalah kita mengekspor gerbong kereta api ke Bangladesh. Lantas ini satu transaksi jangan dianggap kemudian langsung langgeng. Karena pasti para produsen gerbong yang lain juga pengen menyasar pasar yang di sana. Kita perlu terus memelihara kinerjanya. Terutama negara emerging juga terus melakukan perbaikan," kata Sri Mulyani.

(eds/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads