Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 12 Mar 2018 17:02 WIB

Kabar Gaji Presiden Rp 553 Juta, Menpan: Itu Usulan Lama

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Sylke Febrina Laucereno Foto: Sylke Febrina Laucereno
Jakarta - Beredar kabar usulan kenaikan gaji Presiden menjadi Rp 553.422.694/bulan dari sebuah bahan paparan berjudul 'RPP tentang Gaji, Tunjangan dan Fasilitas PNS'. Paparan yang memuat simulasi penghitungan gaji PNS tersebut juga memuat simulasi besaran penghasilan untuk pejabat setingkat Menteri, Jaksa Agung, Panglima TNI, Kepala Polri, Ketua MPR, Ketua DPR hingga Ketua MK.

Ada banyak spekulasi mengenai isu ini. Semula disebutkan bahan paparan tersebut hanya sebatas bahan diskusi internal kementerian PAN-RB sekitar akhir tahun 2016 hingga awal 2017, sementara Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan hal tersebut belum pernah dibahas dengan Kementerian Keuangan selaku bendahara negara, bahkan menyebutnya hoax .

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Asman Abnur mengatakan hal tersebut ditengarai merupakan bahan paparan dari usulan kenaikan gaji pejabat negara yang pernah dibahas pada 2014 lalu. Dia bilang, hal tersebut dibahas pada saat sebelum pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjalan.


"Itu dulu pernah diusulkan sebelum pemerintahan Presiden Jokowi. Tapi saya nggak tahu angkanya berapa. Tapi selama saya tekunin ini (menjadi Menteri), belum ada usulan kenaikan dan penambahan gaji untuk Presiden maupun pejabat negara lainnya," katanya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (12/3/2018).

Menurunya, kajian tersebut merupakan kajian lama dan belum pernah dibahas lagi sejauh ini.
"Itu kajian lama. Jadi kita tidak pernah buat konsep gaji baru," tambahnya.


Asman menegaskan, rencana tersebut tak termasuk dalam rancangan peraturan pemerintah (RPP) tentang Gaji, Tunjangan dan Fasilitas Pegawai Negeri Sipil yang saat ini tengah dibahas oleh pihaknya.

"Belum ada sama sekali kita usulkan. Dulu kan pernah diusulkan gaji untuk pejabat negara yang baru. Mungkin itu kali datanya. Tapi itu 2014 yang lama ya, untuk yang sekarang ini kita belum pernah membuat simulasi tentang konsep baru. Di RPP nya pun belum ada soal itu," terang Asman.

(eds/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed