Follow detikFinance
Selasa, 13 Mar 2018 10:15 WIB

Pemerintah Segera Terbitkan Aturan Baru Libur Bayar Pajak

Ristu Hanafi - detikFinance
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, di acara peresmian KLIK di 15 Kawasan Industri di The Alana Yogyakarta Hotel, Sleman. Foto : Ristu Hanafi Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, di acara peresmian KLIK di 15 Kawasan Industri di The Alana Yogyakarta Hotel, Sleman. Foto : Ristu Hanafi
Sleman - Pemerintah memutuskan merevisi kebijakan tax holiday alias libur bayar pajak untuk meningkatkan minat investasi di tanah air. Dalam waktu dekat, kebijakan pembebasan pajak bagi investor itu segera diterbitkan.

"Tax holiday kami tadi sudah rapat dengan Pak Presiden di kantor Menko Perekonomian, tax holiday akan segera diterbitkan, mekanismenya ada perubahan," kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, seusai acara peresmian KLIK di 15 Kawasan Industri, di The Alana Yogyakarta Hotel, Jalan Palagan Tentara Pelajar, Sleman, Senin (12/3/2018).


Dijelaskannya, fasilitas tax holiday akan diberikan 100 persen kepada investor yang berinvestasi di atas Rp 1 triliun. Pertimbangan revisi tax holiday karena tax holiday yang sebelumnya sudah diberikan ternyata oleh investor masih dianggap prosesnya memakan waktu.

"Kepastian bagi pengusaha tidak langsung. Nanti pada saat pengusaha melakukan aplikasi maka bisa melihat bahwa industrinya masuk kategori industri hulu dan statusnya pionir maka bisa langsung mendapatkan fasilitas," ujarnya.

Diakuinya, pemberian tax holiday ini tidak akan berpengaruh terhadap pendapatan negara. Karena tax holiday diberikan bagi investasi baru.

"Kalau tidak ada investasi pendapatan negara nol, kalau dengan adanya investasi tentu ada hal lain menyangkut PPN, PPh dari tenaga kerja, dan juga multi player effect," sebutnya.


Pemerintah menargetkan pertumbuhan investasi setelah terbitnya tax holiday untuk industri hulu serta pengembangan kawasan industri. Selain tax holiday, pemerintah juga akan memberikan tax allowence (keringanan pajak). Tapi penerapan tax allowence masih membutuh waktu karena menunggu Peraturan Pemerintah sebagai dasar hukumnya. Sedangkan tax holiday cukup dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

"Nanti tax holiday dilaksanakan setelah PMK keluar, dilanjutkan sosialisasi, harapannya tidak terlalu lama," terang Airlangga.

Dari pembahasan awal, pihaknya meminta masa tax holiday bisa panjang agar manfaatnya bisa dirasakan bagi ekonomi negara.

"Agar manfaatnya nendang, ada efek bagi investor agar masuk dalam industri. Termasuk insentif-insentif tax allowence kalau sebelumnya ada prosedur inves saat produksi baru ditentukan dapat holiday atau tidak, tapi sekarang di awal begitu investasi langsung dapat, mindset-nya akan ada perubahan," jelasnya.

Penerapan tax holiday ini bisa berjalan beriringan dengan kebijakan penambahan jumlah kawasan industri dalam bagian KLIK dan diharapkan memiliki peran strategis menumbuhkan pertumbuhan ekonomi.

Airlangga juga berharap nantinya kawasan industri bisa dikembangkan dengan pendirian Politeknik. Yakni bagi investor selain bisa masuk membawa teknologi dan produk, juga bisa membagikan keahlian melalui pendidikan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di sekitar kawasan industri.

"Setelah tax amnesty, kini giliran tax holiday dan tax allowence bagi investor. Dan tentunya bagi kawasan industri diharapkan bisa menangkap peluang," imbuhnya. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed