Follow detikFinance
Selasa, 13 Mar 2018 13:22 WIB

Pendaftaran Sopir Taksi Online Disetop, Saran dari Perbankan

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan keputusan moratorium pendaftaran sopir taksi online juga didapatkan dari masukan para perbankan. Masukan yang diberikan terkait dengan risiko kredit macet.

"Pasti lah, kan kami monitor ke mana-mana juga. Risiko kan dari bank, kalau dia macet di bank, bagaimana?," kata Luhut di Komplek Istana, Jakarta, Pusat Selasa (13/3/2018).


Moratorium pendaftaran sopir taksi online ini juga agar jumlahnya tidak berlebihan. Jika lebih maka kesempatan mendapatkan pelanggan pun menjadi lebih tipis.

"Saya sudah bilang berkali-kali kalau jumlahnya berlebihan nggak ketemu equilibriumnya, 70% yang kredit macet. Kan harus diproteksi, cara memproteksinya seperti itu. Jadi jangan emosional kita karena jumlahnya kita lihat sudah terlalu banyak dari kuota yang ada. Jadi supply demand itu harus dibuat saling mengisi," tambah dia.


Moratorium ini, kata Luhut, akan berlaku untuk daerah-daerah atau kota besar yang memiliki jumlah driver banyak.

"Merata, di kota-kota besar hampir sama, Kita nggak tahu (sampai kapan), nanti kita monitor juga satu-satu. Kita juga ingin tambah lagi tapi asalan jangan kolaps. Kalau kolaps yang masalah nanti pemerintah lagi," tutup dia. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed