ADVERTISEMENT

Utang Pemerintah Tembus Rp 4.000 T, 59% Bentuknya Rupiah

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 16 Mar 2018 10:19 WIB
Foto: Tim Infografis, Fuad Hasim
Jakarta - Utang pemerintah tercatat sudah tembus ke angka Rp 4.034,8 triliun per Februari 2018. Angka tersebut naik sebesar 13,46% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dengan angka tersebut maka rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 29,24%.

Dari total Rp 4.034,8 triliun sebagian besar utang berdenominasi rupiah dengan porsi sebesar 59%, dan sisanya yakni 41% dalam bentuk denominasi valuta asing (valas).

Hal tersebut diungkapkan Kepala Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Pembiayaan Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Erwin Ginting saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Jumat (16/3/2018).

"Porsi rupiah dan valas sebenarnya bisa dihitung. Dari Rp 4.034 triliun outstanding utang, utang dalam mata uang rupiah dan valas masing-masing sebesar Rp 2.365,25 triliun dan Rp 1.669,54 triliun atau 59% dan 41%," kata dia.


Jika melihat dari rincian total utang pemerintah Rp 4.034,8 triliun, sekitar Rp 2.365,25 triliun berbentuk surat berharga negara (SBN) dalam denominasi rupiah.

Sedangkan 41% yang berdenominasi valas sebagian dari SBN yang sebesar Rp 897,78 triliun, dan berasal dari pinjaman luar negeri yang sebesar Rp 771,76 triliun. Sehingga, jika ditotal angkanya Rp 1.669,54 triliun.


Khusus untuk pinjaman luar negeri juga didapatkan dari berbagai cara, mulai dari pinjaman bilateral yang sebesar Rp 331,24 triliun, pinjaman multilateral Rp 396,02 triliun, pinjaman komersial Rp 43,32 triliun, dan pinjaman suppliers Rp 1,17 triliun.

[Gambas:Video 20detik]

(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT