Follow detikFinance
Selasa, 27 Mar 2018 19:50 WIB

Jokowi ke Bea Cukai: Tak Ada Lagi Isi Dokumen Bertumpuk di Pabean

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Trio Hamdani/detikFinance Foto: Trio Hamdani/detikFinance
Bogor - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengkritik perizinan di pabean karena perizinan berbelit di dalamnya yang menghambat pertumbuhan investasi dan peningkatan ekspor. Jokowi bercerita pengurusan izin pabean lewat surat menyurat menggunakan kertas dan ditulis dengan pulpen sudah sangat ketinggalan jaman, alias kuno.

Hal itu dia sampaikan dihadapan pengusaha yang bisnisnya terlibat dengan aktivitas kepabeanan. Setidaknya ada 1.425 perusahaan dan 3.000 pasang telinga yang mendengarkan cerita Jokowi d PT Samick Indonesia, Cileungsi, Bogor dalam rangka peluncuran perizinan online terkait fasilitas kepabeanan.

"Kapan kita terakhir pakai pulpen dan kertas untuk menulis surat? 10 tahun lalu, 15 tahun atau 20 tahun lalu? Nulis surat bisa 5-6 halaman," katanya Selasa (27/3/2018).

"Maksud saya tadi benar-benar bersurat, tulis 5-6 halaman, dimasukkan amplop, tempel prangko, masukan kotak pos. Sudah lama sekali kan? saya hanya ingin ingatkan betapa zaman sudah berubah. Sudah jarang kita lakukan itu, tulis menulis surat 5-7 halaman dengan tinta di atas kertas," sambungnya.


Jokowi ingin kita menyadari betapa kunonya hal yang dilakukan secara manual itu di tengah perkembangan ekonomi yang pesat. Kesalnya Jokowi, sesuatu yang kuno itu juga tercermin di perizinan kepabeanan.

"Saya hanya ingin ingatkan ada perubahan yang sangat cepat. Sangat kuno sekali begitu kita isi formulir kepabeanan keluar dokumen bertumpuk yang harus kita isi. Mau saya larikan ke situ," ujarnya.


"Harus isi dokumen bertumpuk, kuno sekali seperti ini. Kuno nggak? kuno banget. Begitu juga proses perizinan berkas harus diisi pakai kertas, bertumpuk lagi. Pusing hadapi itu. Oleh sebab itu berubah lah. Saya selalu ajak menteri, dirjen, eselon 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, berubah lah kalau nggak mau ditinggal jaman dan negara lain," ungkapnya.

Jokowi terus mendorong kemudahan perizinan, termasuk di kepabeanan. Tujuannya satu, untuk memacu pertumbuhan ekonomi dengan mengundang investasi dan peningkatan ekspor. Yang mana itu bisa didukung dengan izin pabean yang mudah. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed