Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 03 Apr 2018 16:47 WIB

Importir: Biaya Logistik RI Tertinggi di ASEAN

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: agung pambudhy Foto: agung pambudhy
Jakarta - Pengusaha yang tergabung dalam Gabungan Importir Nasional Indonesia (Ginsi) mengeluhkan biaya logistik di Indonesia masih tinggi, bahkan tertinggi di ASEAN.

"Iya, (Indonesia) masih tertinggi di ASEAN, kalau dibandingkan Vietnam sedikit di bawah kita, Filipina jauh di bawah kita, Malaysia jauh di bawah kita, Singapura enggak usah ditanya lagi," kata Ketua Umum Ginsi Anton Sihombing, usai acara diskusi Dwelling Time: Meningkatkan atau Menurunkan Biaya Logistik, di Jakarta, Selasa (3/4/2018).

Tak secara rinci, Anton hanya membandingkan biaya logistik nasional dengan produk domestik bruto (PDB). Tingginya biaya logistik terlihat dari porsi terhadap PDB.

"Indonesia cost logistik antara 25-30% dari PDB," ujarnya.


Padahal, di negara lain porsinya sudah mencapai 20%. Ada pula negara biaya logistiknya 15%.

Dia mengatakan, waktu bongkar muat (dwell time) bukan isu yang penting saat ini. Sebab, dwell time di Pelabuhan Tanjung Priok sudah tercapai. Menurutnya, tingginya biaya logistik karena tingginya biaya-biaya di pelabuhan.

"Permasalahan costnya terlalu tinggi, kalau bisa regulator mengurangi biaya-biaya pelabuhan dan itu tergantung Pelindo. Dan apa yang diaturkan pemerintah harus dilaksanakan operator," ujar dia.

(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com