Follow detikFinance
Rabu, 11 Apr 2018 16:38 WIB

Hadir di Pesantren, Umat Mart Jual Apa Saja?

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Mulai Mei mendatang, pesantren-pesantren di Indonesia akan memiliki toko ritel modern atau minimarket bernama Umat Mart. Penasaran apa saja yang akan dijual di Umat Mart?

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha ritel Indonesia (Aprindo) Roy N Mandey menjelaskan, barang yang akan dijual di Umat Mart hanya berupa kebutuhan sederhana yang bisa didapatkan dengan harga yang lebih murah dibandingkan barang barang yang tersedia di warung.

"Yang dijual beberapa di antaranya adalah kebutuhan pokok dari para santri," kata dia kepada detikFinance, Rabu (11/4/2018).


Secara spesifik Roy mengatakan beberapa item yang akan dijual seperti air minum dalam kemasan, coklat, permen, biskuit, makanan ringan, sampo, sabun mandi, lilin, gula, minyak goreng, obat generik yang memiliki izin dan bisa dijual bebas.

Bagaimana dengan rokok?

"Rokok bila tidak di izinkan maka tidak akan dijual. Karena dapat merusak kesehatan," ujar dia.


Pihaknya sudah menyediakan 250 jenis barang per toko untuk menyediakan kebutuhan santri.

"Kalau mini market kan ukurannya sudah jelas standar tapi kalau di Ponpres berbeda beda kita sediakan 250 item itu berbeda beda mungkin saja air mineral dalam kemasan dengan merek yang berbeda beda. Pokonya 250 item per toko," papar dia.

Di tengah isu lesunya sektor ritel tanah air, pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) justru melihat peluang usaha baru di sektor ini ditandai dengan bakal dibuatnya toko ritel di pesantren yang mengambil nama Umat Mart.

menjelaskan, Ide tersebut berawal dari pelatihan kewirausahaan yang dilakukan HIPMI di sejumlah pesantren.

Pelatihan ini pun mendapat respons positif dari pemerintah. Bahka pemerintah ingin program ini tak berakhir hanya sebagai pelatihan namun ini ingin diwujudkan dalam progran yang lebih nyata.

"Saat HIPMI mengadakan Rakernas dan mereka meminta untuk Pak Jokowi di akhir Maret kemarin terciptalah (ide Umat Mart). Presiden menginginkan juga pondok pesantren yang memang bisa menjadi rencana Hipmi untuk bisa bekerja sama. Agar anak anak pesantren ini bisa belajar mengenai sistem jual beli modern di retai," kata dia.

Setelah berunding mengenai program pengadaan mini market dan dibuat konsepnya oleh HIPMI, lalu digandeng lah Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) sebagai pihak yang dianggap paling memahami industri di sektor ini.

Rencana ini juga dimaksudkan untuk menciptakan pusat kegiatan ekonomi baru di masyarakat yang pengelolaannya lebih profesional.

"Ya sudah mulailah dari adanya pembukaan atau menyediakan fasilitas. Waktu di konpers kan toko ini sudah ada kan beberapa ponpes sudah ada namun belum terkelola dengan manajemen ritel yang sebenarnya baru dikelola oleh manajemen ritel yang lama yaitu koperasi dan itu sangat kekeluargaan," papar dia.

Untuk tahap awal akan ada 10 toko ritel yang diresmikan langsung oleh Presiden Jokowi pada Mei 2018. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed