Follow detikFinance
Senin, 23 Apr 2018 21:30 WIB

Rizal Ramli Sebut Bisa Pangkas Utang Indonesia US$ 10 Miliar

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Rizal Ramli dan Kwik Kian Gie/Foto: Puti Aini Yasmin/detikFinance Rizal Ramli dan Kwik Kian Gie/Foto: Puti Aini Yasmin/detikFinance
Jakarta - Rizal Ramli mengaku memiliki jurus untuk memangkas jumlah utang pemerintah Indonesia. Tak tanggung-tanggung Rizal mengaku bisa memangkas utang Indonesia hingga US$ 10 miliar.

Tak tanggung-tanggung Rizal mengaku mampu melunasi utang hingga US$ 10 miliar.

"Nanti 2019 kami lakukan ini. Kami yakin bisa mengurangi utang Indonesia lebih dari US$ 10 miliar," ujar Rizal di kediamannya, Jalan Bangka IX, Jakarta Selatan, Senin (23/4/2018).


Rizal menjelaskan, mengelola utang itu harus inovatif sehingga tak perlu menambah utang.

"Jadi intinya kalau mengelola utang itu kita jangan bertindak sebagai good boy-good boy yang membayar utang tambahan karena utang kita sudah banyak tetapi kita harus melakukan inovatif manajemen dengan misalnya tukar utang mahal dan murah," kata dia di kediamannya, Jalan Bangka IX, Jakarta Selatan, Senin (23/4/2018).


Menurut Rizal cara mengelola utang yang inovatif dipraktikkan saat menjabat Menteri Koordinator Perekonomian di era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur

"Saya kasih contoh, dulu sebelum ngomong waktu dulu saya jadi Menko di era Gus Dur kita naikin ekonomi dari minus 3% ke itu plus 4,5% dalam 21 bulan. Itu 7,5% lho. Logikanya, kalau pertumbuhan ekonomi naik, utang nambah tapi pemerintahan Gus Dur satu-satunya yang mengurangi utang US$ 4,14 miliar," terangnya.

"Caranya gimana? Satu pemerintah Jerman waktu itu protes terus Indonesia ngerusak hutan jadi gini kita win-win, kita siapin sekian ribu hutan Indonesia untuk konservatif dan Jerman kurangi utang kita ratusan juta dolar," sambung mantan Menteri Koordinator Kemaritiman itu.


Selain itu, Rizak mencontohkan penyelesain utang dengan pemerintah Kuwait. Menurut Rizal, pemerintah Kuwait dikritik pihak parlemen di sana karena ada utang Indonesia dengan jangka waktu panjang.

"Menteri Kuwait datang dan dia dikritik di parlemen ada utang Indonesia yang panjang dan minta Indonesia bayar semua utang nanti beri bunga lebih murah. Kita bayar dan dua bulan dilunasi, kita dapat utang murah," jelas dia.

"Terus dia bilang I would like to give you a present kamu mau apa, saya bilang saya lama kuliah di Bandung tapi kalau masuk Bandung macet bisa tolong bangun flyover? Akhirnya ada Pasupati Bandung kan," kata Rizal. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed