Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 01 Mei 2018 16:50 WIB

Dibantu Yusril, Buruh akan Gugat Perpres Penggunaan TKA

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: ibnu hariyanto/detikcom Foto: ibnu hariyanto/detikcom
Jakarta - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan mengajukan judicial review terhadap Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing. KSPI khawatir, regulasi tersebut mempermudah masuknya tenaga kerja asing (TKA) terutama dari China.

"Jangan-jangan Perpres 20 akan lebih memudahkan TKA China membludak dan membanjiri," kata Presiden KSPI Said Iqbal di depan Istana Negara Jakarta, Selasa (1/5/2018).

Said mengatakan, untuk judicial review ini akan dibantu oleh Yusril Ihza Mahendra. Kemudian, dalam judicial review ini akan dibantu oleh rekan-rekan KSPI lain.

"KSPI akan melakukan judicial review terhadap Perpes 20 Tahun 2018 yang akan dibantu Prof Yusril Ihza Mahendra yang dibantu kawan-kawan KSPI," ungkapnya.



Kemudian, dia bilang, akan mendorong adanya panitia khusus (Pansus) terkait tenaga kerja asing ini. Langkah ini untuk mendalami permasalahan adanya Perpres 20 Tahun 2018.

"Dan kedua kita mendorong secara politik Pansus, sudah dipansusin saja. Kan antar komisi DPR dipanggil semua stakeholder, berapa angka, temuan, investigasi," ujar dia.

"Syaratnya 2 fraksi, 25 anggota, sudah bergulir, saya dengar PKS, Gerindra sudah setuju berarti 2 fraksi," sambungnya.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com