Follow detikFinance
Senin, 07 Mei 2018 13:30 WIB

BI: Pemerintah Harus Tingkatkan Ekspor

Usman Hadi - detikFinance
Foto: Usman Hadi/detikcom Foto: Usman Hadi/detikcom
Yogyakarta - Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara mengatakan, pemerintah harus meningkatkan ekspor. Hal tersebut perlu dilakukan untuk meningkatkan valuta asing sebagai salah satu sumber pembiayaan utang negara.

"Dari sisi utang luar negeri (Indonesia) terhadap PDB tidak besar, 35 persen. Tapi sumber valuta asing kita untuk membayar utang luar negeri tersebut tidak besar," kata Mirza dalam seminar nasional 'pengembangan dan pembiayaan industri padat karya berorientasi ekspor' yang diadakan BI bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) di Kantor Perwakilan BI Yogyakarta, Senin (7/5/2018).

Mirza menegaskan, sebenarnya dari sisi perbandingan jumlah utang luar negeri Indonesia terhadap PDB tergolong kecil. Dia mencontohkan Malaysia yang jumlah utangnya sekitar 68 persen dari PDB.

"Tetapi saya katakan bahwa untuk bayar utang perlu valuta asing. Valuta asing datangnya dari mana, datangnya dari ekspor, datangnya dari pariwisata, datangnya dari teman-teman kita yang jadi TKI," jelasnya.


Mirza mengapresiasi usaha pemerintah mendongkrak sektor pariwisata dengan memunculkan 10 Bali baru. Jumlah kunjungan turis asing juga meningkat. Selain iut, Mirza juga mendorong pemerintah meningkatkan kapasitas ekspor.

"Sekali lagi saya katakan walaupun Thailand utangnya dengan kita sama 35 persen terhadap PDB, tapi Thailand aktivitas ekspornya besar. Jadi utangnya (Indonesia) tidak besar dari sisi kekuatan ekonomi, tapi yang kurang besar aktivitas ekspor," tutupnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed