Follow detikFinance
Selasa, 08 Mei 2018 12:15 WIB

JK: Libur Lebaran Ditambah Tidak Bikin Ekonomi Macet

Rina Atriana - detikFinance
Foto: Rina Foto: Rina
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) bicara soal ditambahnya waktu cuti bersama Lebaran tahun ini. Menurut JK libur yang diperpanjang akan mendorong aktivitas ekonomi.

"Bagaimana mengatasi kemacetan ini, kasihan orang sering lebaran di jalan. Maka kemudian kita tambahlah 4 hari cuti bersama. Dua hari sebelum dan dua hari setelah ditambah Sabtu-Minggu kan jadi satu minggu," kata JK dalam diskusi Transportation Review 2018 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (8/5/2018).


"Banyak orang mengira kalau dibikin libur itu ekonomi macet, tidak. Justru banyak sisi ekonomi yang berjalan kalau libur. Yang tidak jalan memang ekonomi pemerintah," lanjut JK.

JK menjelaskan, ekonomi di sektor konsumsi justru meningkat jelang Lebaran. Masyarakat mendapat penghasilan tambahan melalui THR sehingga akan punya uang lebih untuk berbelanja.


"Ekonomi justru bergerak, konsumsinya menjelang Lebaran. Mempercepat orang-orang terima hadiah Lebaran kan. Toko-toko tidak tutup. Libur 10 hari tidak berarti toko juga tutup 10 hari. Libur kan bukan untuk seluruh bangsa," ujar JK.

"Tugas pemerintah memberikan pelayanan dan memfasilitasi sesuatu kebutuhan yang berubah," tambahnya.


JK menambahkan, dulu yang kerap menjadi masalah saat mudik adalah ketidakcukupan transportasi. Kini, masalah itu bergeser menjadi masalah infrastruktur jalan.

"Dulu masalahnya di sarana transportasi, sekarang tidak lagi, yang kurang ialah jalannya. Dulu busnya yang kurang, kereta apinya yang kurang, sekarang tidak. Pesawat terbang dulu kurang, sekarang mau tiap menit bisa terbang dari Jakarta ke mana saja," jelasnya.

"Sekarang yang kurang sarana jalannya. Karena itulah pemerintah mempercepat jalan tol, jembatan. Itu yang terjadi dewasa ini," tutupnya. (rna/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed