Follow detikFinance
Selasa, 15 Mei 2018 18:39 WIB

Pemerintah Mau Impor Beras Lagi 500.000 Ton

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Ilustrasi Foto: Muhammad Iqbal Ilustrasi Foto: Muhammad Iqbal
Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan memutuskan untuk menambah impor beras sebanyak 500.000 ton. Asal tambahan beras impor nantinya ditentukan oleh Perum Bulog.

"Jumlahnya 500.000 ton. Terserah Bulog (asal berasnya) tapi intinya kita itu memberikan negara asal ke mereka (Bulog) ada Vietnam, Myanmar, Thailand, Kamboja, Pakistan, India," kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (15/5/2018).


Lebih lanjut, tenggat waktu yang diberikan Kemendag kepada Bulog berlangsung hingga Juli 2018. Selanjutnya, untuk masalah operasional diserahkan kepada Bulog.

"Jadi sudah kita luncurkan sampai bulan Juli. Terserah Bulog, pokoknya dibatasi sampai bulan Juli," jelasnya.

Oke juga memaparkan penambahan beras impor tersebut dilakukan karena harga beras masih tinggi dan pasokan dalam negeri kurang. Padahal beras masih terus dibutuhkan.

"Karena dibutuhkan. Dalam negeri pasokan dan harga masih tinggi," pungkasnya.


Sebagai informasi, sebelumnya Kemendag juga telah menerbitkan izin impor sebanyak 500.000 ton kepada Bulog. Sehingga jika ditotal tahun ini pemerintah telah melakukan impor beras sebanyak 1 juta ton. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed