Pedagang Baju Muslim Tanah Abang Ngaku Omzet Turun

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Jumat, 18 Mei 2018 14:24 WIB
Foto: Selfie Miftahul Jannah/detikFinance
Jakarta - Memasuki hari kedua di Bulan Ramadan, Pasar Tanah Abang masih tampak sepi. Belum ada kepadatan pengunjung untuk berbelanja.

Saat detikFinance mengunjungi Pasar Tanah Abang Blok B, pasar tampak lebih ramai dengan banyak pekerja lalu-lalang mengangkut barang.

Salah satu pedagang baju koko di Pasar Tanah Abang Lantai 5 Blok B Etty menjelaskan, tahun ini hasil penjualan turun dibandingkan tahun lalu. Biasanya di tahun lalu Etty bisa menjual 5-10 kodi dengan total omzet Rp 10 juta/hari.

Pedagang Baju Muslim Tanah Abang Ngaku Omzet TurunFoto: Selfie Miftahul Jannah/detikFinance

Namun, saat ini ia mengatakan ia hanya bisa menjual satu hingga dua kodi, dengan total omzet Rp 2 juta/ hari.

"Nggak tahu ya turun saja dibandingkan tahun lalu, tahun ini lebih sepi. Karena permintaan dari daerah nggak setinggi biasnaya," kata dia kepada detikFinance, Jumat (18/5/2018).

Hal serupa juga dikatakan salah satu pedagang mukena yaitu Irwan, Irwan mengaku penjualan puasa kali ini lebih sepi dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan di hari pertama kemarin para penjual di Lantai 5 Blok B menutup lapaknya pada pukul 14.00 WIB.

"Sepi banget malah, saya kemarin tutup jam 2 sore yang lain pun begitu. Biasanya sebulan atau dua bulan sebelum puasa pemesanan mukena ramai. Ini nggak, tahun ini lebih sepi," kata dia.


Ada pula pedagang kerudung Yanti mengaku memang sudah biasa jika pelanggan sepi di minggu awal bulan puasa.

"Wajar masih sepi. Pokonya seminggu awal di bulan puasa penjualan pasti nggak terlalu bagus," kata dia.

Selain itu Yanti juga menjelaskan selain suasana di pekan awal bulan puasa selalu sepi. Permintaan kerudungnya dari tahun ke tahun terus turun. Yanti yang sudah berjualan kerudung selama lima tahun ke belakang mengaku, penjualan kerudung di tahun lalu lebih tinggi dibandingkan tahun ini.

"Dulu dua bulan sebelum puasa beberapa derah seperti Depok, Bogor, pada pesan. Tapi sekarang sepi," ujar dia.


Yanti mengaku dua bulan sebelum puasa biasanya dimanfaatkan para reseller untuk men-stok barang jelang bulan Ramadan dan Lebaran biasanya per hari yanti bisa mendapatkan Rp 5 juta -6 juta untuk penjualan kurudung. Namun di tahun ini para reseller mulai berkurang, untuk omzet Yanti mengaku per harinya di dua bulan lalu untuk penjualan kerudung kepada reseller hanya sekitar Rp 2 juta/hari.

"Mungkin kan makin banyak juga yang jualan kerudung. Pokonya tahun ini penjualannya lebih turun dibanding tahun lalu. Tapi kita lihat aja, biasanya 2 minggu sebelum Lebaran suka rame. Dan ramainya nggak bisa kita prediksi, bisa ramai bisa ramai banget," jelas dia.

Selain itu Yanti juga mengaku sejak maraknya PKL di kawasan Tanah Abang, para pengujung mulai berangsur turun.

"Ya kan itu dekat stasiun, mereka pada belanja disana kali ya. Lebih dekat juga, meskipun barang beda," kata dia. (dna/dna)