Follow detikFinance
Minggu, 20 Mei 2018 15:58 WIB

Mengintip Data Pekerja Kasar Asal China yang Kerja di Sulsel

Ibnu Munsir - detikFinance
Foto: Fuad Hasim Foto: Fuad Hasim
Makassar - Kantor Imigrasi Makassar memastikan tidak ada lagi pekerja kasar asal China di Sulawesi Selatan. Saat ini yang tersisa hanya pekerja sebagai tenaga ahli.

Saat ini tercatat ada sekitar 160 warga negara asing (WNA) asal China yang bekerja di wilayah Sulawesi Selatan. Seluruhnya bekerja sebagai tenaga ahli.

"Jumlahnya di sana kemarin itu sampai awal Mei di DNC 8 orang, di CGGC 160 orang, semua WNA China," kata Kepala Kantor Imigrasi Makassar, Andi Pallawarukka, Sabtu (19/5/2018).


Kebanyakan dari 160 pekerja asal China itu bekerja sebagai tenaga ahli di bidang kelistrikan di Kabupaten Jeneponto. Mereka juga dipastikan memiliki dokumen lengkap.

"Kalau yang ada di kita kebetulan di Jeneponto, kalau semuanya skill dan tenaga ahli. Tenga ahli di bidang kelistrikan dan dokumenya lengkapnya semua," jelasnya.

Meski begitu, Andi mengakui bahwa sebelumnya memang ada pekerja kasar asal China. Pada 2017 tercatat ada 200 WNA asal China bekerja sebagai buruh dan tenaga kesar

"Dulu ada buruh 2017 jumlahnya banyak totalnya mungkin ada 200 orang," singkatnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan I Imigrasi Makassar, Noer Putra Bahagia mengatakan, para pekerja kasar asal China yang telah pulang lantaran proyek-proyek tempat mereka bekerja telah selesai.

"Saat ini masih tersisa kurang lebih 160 orang, dahulu sekitar 400 orang. Ini dikarenakan mereka banyak yg telah dipulangkan sejak selesainya proyek pengerjaan dan serah terima pekerjaan ke PT.PLN," kata Noer Putra, melalui pesan tertulis, Minggu (20/5/2018).

Noer mengungkapkan, kebanyakan dari tenaga ahli asal China yang tersisa di Sulsel bertugas di bidang perawatan mesin pembangkit listrik.

"Ini hasil sidak kami di PT D & C pada subkontraktor yang lain juga mereka masih menyisakan tenaga ahlinya 1 sampai 5 orang yang tugasnya sama sebagai ahli dan maintenance machine," tambahnya.


Kendati begitu, imigirasi Makassar berharap, proyek pengerjaan listrik tak hanya menggunakan WNA asal China, tapi juga melibatkan tenaga lokal.

"Kami menyarankan mereka untuk pekerjaan yang sifatnya ringan agar menyertakan dan melibatkan tenaga kerja lokal dan selalu membina hubungan baik dengan masyarakat dan Pemerintah setempat agar keberadaan mereka memberikan kontribusi sosial yang positif," tutupnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed