Follow detikFinance
Rabu, 23 Mei 2018 15:45 WIB

Pasar Lelang Beri Kesempatan Petani Dapatkan Harga Tertinggi

Tia Reisha - detikFinance
Foto: Kementan Foto: Kementan
Jakarta - Kementan mulai menggiatkan pasar lelang hortikultura di level farm-gate. Hal ini dilakukan dengan harapan mendapat petani jaminan kepastian pasar maupun stabilitas harga sehingga mereka pun bisa menikmati harga tertinggi.

"Banyak sekali manfaat pasar lelang di farm-gate, yakni petani menikmati harga tertinggi, cash and carry, tercipta one region one price, stabilitas harga di farm-gate, memangkas rantai pasok, tata kelola efisien, transparan dan fair," ungkap Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi dalam keterangan tertulis, Rabu (23/5/2018).

Saat meresmikan pasar lelang sayuran di Temanggung, Rabu (23/5/2018), ia juga menyampaikan pasar lelang menunjukkan bahwa pemerintah turut hadir di antara para petani. Lelang ini juga memberi petani berbagai manfaat seperti perlindungan harga.

"Keberadaan pasar lelang di farm-gate betul-betul memberi perlindungan harga bagi petani. Mereka menikmati manfaatnya. Membangun dan mengembangkan pasar lelang sayuran di farm-gate ini menunjukkan pemerintah hadir di tengah-tengah petani," ujar Suwandi.

Ia juga mengatakan bahwa untuk mengembangkan pasar lelang tersebut, pihaknya telah bekerja sama dengan pemda dan instansi terkait. Lelang tersebut juga sudah berjalan di beberapa daerah meskipun ada beberapa yang masih dalam tahap inisiasi.

"Kita bekerja sama pemda dan instansi terkait mengembangkan pasar lelang tingkat petani. Kita mendorong agar tumbuh inisiatif para petani bersama pedagang membentuk pasar lelang. Kini sudah berjalan pasar lelang cabai di Sleman, Kulonprogo, Magelang, Karanganyar, Wonogiri, Banyuwangi, Kediri, Malang, Siborong-borong. Beberapa daerah dalam proses inisiasi seperti di Kabupaten Karo, Solok, Lampung Timur, Enrekang, dan lainnya," ujarnya.

Ia juga menjelaskan lelang bisa bertempat di lokasi yang disepakati, misalnya di saung kelompok tani, balai pertemuan, warung, kios, dan tempat sederhana lainnya.

Sarana yang dibutuhkan juga seadanya, seperti alat timbangan, papan dan alat tulis, sarana listrik dan lainnya. Lelang juga biasanya dilakukan sore atau petang saat hasil panen selesai diangkut ke tempat pelelangan.

"Perlu diingat bahwa pasar lelang ini bukan membangun fisik bangunan baru, bukan hard system, tetapi yang dibangun adalah soft system-nya. Bagaimana mempertemukan antara sekelompok petani sebagai penjual dengan para pedagang sebagai pembeli yang berlangsung pola lelang," jelasnya.

Cara lelang terdiri dari 2 jenis, yakni langsung dan tidak langsung. Jika lelang langsung, pedagang datang ke lokasi dan memberikan penawaran langsung. Sedangkan cara tidak langsung, peserta menyampaikan penawaran kepada juru lelang melalui SMS atau Whatshap (WA). Setelah batas waktu yang ditentukan, juru lelang membuka harga penawaran dan mencatatnya di papan tulis.

Dari catatan ini, penawar dengan harga tertinggi menjadi pemenang. Selanjutnya, juru lelang menginformasikan SMS ke pemenangnya dan pemenang datang langsung untuk mengambil barang serta membayarnya tunai.

"Cara lelangnya bisa pedagang langsung atau bisa tidak langsung (melalui sms ke juru lelang). Lelang secara langsung berarti pedagang langsung datang ke tempat lelang dan memberikan penawaran langsung. Inikan simpel sekali, tempatnya juga sederhana, hanya butuh waktu 1-2 jam, fair dan transparan, dan secara tidak langsung turut membantu stabilitas harga di level pasar eceran. Kalau di farm-gate stabil kan akan berpengaruh pada stabilnya harga di eceran," jelas Suwandi.

Selain itu, ia juga menyampaikan pasar lelang tersebut sangat menguntungkan karena bisa memutus tiga hingga empat mata rantai pemasaran dan dapat menciptakan persaingan yang sehat antarpedagang.

"Ini sangat menguntungkan petani dan sekaligus menciptakan persaingan sehat antar pedagang. Walaupun memutus rantai pasok, tapi tidak mematikan pedagang, sebab mereka ikut lelang," sambungnya.

Dengan adanya pasar lelang ini, ia ingin membangun sistem yang transparan dalam pemasaran produk pertanian. Sehingga persaingannya adil dan semua mendapat keuntungan yang wajar.

"Yang kita inginkan, melalui pasar lelang di farm-gate, kita ingin membangun dan mengembangkan sistem pemasaran produk pertanian transparan, fair dan sama-sama memperoleh keuntungan wajar, win-win solution", tegasnya.



Selanjutnya, ia menyampaikan jika lelang tersebut rutin diadakan, maka pemerintah akan ikut memfasilitasi lelang tersebut.

"Apabila pasar lelang ini sudah berjalan secara rutin, maka ke depan pemerintah turut memfasilitasi sarana alat sortasi, grading, packaging, hingga sarana online guna menginformasikan volume dan harga lelang," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Temanggung, Masrik Amin Zuhdi, menjelaskan bahwa daerahnya merupakan sentra sayuran dan beberapa komoditas hortikultura lainnya. Sehingga ia berkomitmen untuk turut mengembangkan pasar lelang tersebut.

"Temanggung sebagai sentra sayuran, cabai, bawang merah, bawang putih, bawang daun, kol, brokoli, memang harga yang terbaik sangat dibutuhkan petani. Cara yang terbaik ya pakai pasar lelang ini. Sehingga Pemda Temanggung komitmen mengembangkan pasar lelang, tidak hanya cabai tapi komoditas hortikultura lainnya," ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa acara lelang tersebut berjalan dengan penuh semarak. Hingga akhirnya diperoleh harga terbaik, salah satunya untuk cabai rawit merah dan cabai merah keriting.

"Tadi diumumkan penawaran lelang dan semarak heboh, para petani menunggu harap-harap cemas dari setiap penawar. Tadi diperoleh harga bagus, cabai rawit merah Rp 14.000/kg dan cabai merah keriting Rp 16.000/kg. Harga ini lebih tinggi dibandingkan harga di petani kemarin Rp 12.000 - Rp 13.000/kg," ucapnya.

Ia juga mengatakan bahwa panen cabai di Temanggung pada Mei hingga Juni 2018 mencapai 6.600 hektare sehingga mampu memasok 108 ton cabai per hari. Itu berarti tersedia pasokan cabai yang tinggi sehingga harga pada Ramadan dan Idul Fitri akan stabil.



Sementara itu Yasmadi, Petani Champion Kabupaten Temanggung sekaligus Ketua Asosiasi Petani Cabai Bumiphala Temanggung, mengatakan dengan adanya pasar lelang tersebut, pihaknya menerima harga yang lebih tinggi dan dibayar lunas.

"Terima kasih ke Pak Mentan nih, kami terima harga lelang lebih tinggi dan dibayar tunai, langsung lunas, lha sebelumnya dibeli bakul dan pengepul itu dicicil, kadang 3 hari, kadang 1 sampai 2 minggu," ujarnya. (mul/mpr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed