Follow detikFinance
Sabtu, 26 Mei 2018 04:19 WIB

Tanya Santri ke Sri Mulyani: Kenapa Freeport Dikelola oleh Asing?

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Eduardo Simorangkir/detikFinance Foto: Eduardo Simorangkir/detikFinance
Ponorogo - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mendapatkan pertanyaan dari para santri saat memberikan kuliah umum di Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, Jumat malam (25/5/2018). Salah satu pertanyaan dari para santri adalah mengapa tambang emas yang dimiliki Indonesia di Papua harus dikelola oleh asing.

Sri Mulyani kemudian menjelaskan, bahwa saat ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menegaskan pemerintah akan menguasai mayoritas 51% saham Freeport hingga 2021 mendatang.

Namun, menteri keuangan terbaik se-Asia Pasifik 2018 itu mengatakan yang penting saat ini tambang tersebut dikelola dengan benar dan membayarkan kewajibannya kepada negara atas usaha yang sudah dilakukan.

"Tapi saya mau tanya sama Abas (santri yang bertanya). Kalau suatu perusahaan di-manage sama orang yang beda sama kita, memangnya dia merugikan kita? Itu suudzon atau memang ada evidence (fakta) nya?" kata Sri Mulyani kemudian menanyakan balik ke santri tersebut.


Santri tersebut lantas menjawab bahwa pengelolaan Freeport yang dilakukan oleh asing membuat keuntungan pengelolaan jadi lebih sedikit diperoleh Indonesia. Sri Mulyani membenarkan hal tersebut, namun dia menjelaskan bahwa seluruh kewajiban PT Freeport kepada negara terhadap usaha yang sudah dilakukannya dibayarkan dengan baik.

Dia bilang, yang terpenting apapun usaha yang dijalankan di Indonesia melakukan prinsip usaha yang benar dan membayar kewajibannya kepada negara, dalam hal ini pajak dan penerimaan lainnya.

"Kalau perusahaan tidak dijalankan dengan bagus, perusahaan rugi, jangankan bayar pajak, bayar karyawan saja nggak bisa. Jadi prinsip pengelolaan usaha, mau dimiliki siapa saja, kalau tidak dikelola dengan baik, manfaatnya nggak akan ada," kata Sri Mulyani.


"Kalau sentimen ini sentimen Indonesia ingin memiliki, kita sedang negosiasi untuk memiliki mayoritas. Tapi kita juga harus bisa memastikan pengelolaannya nanti baik," tambahnya.

Sri Mulyani kemudian mengapresiasi rasa nasionalisme yang dimiliki oleh santri yang masih kritis akan hal-hal kedaulatan terhadap sumber daya alam milik Indonesia. Dia minta rasa tersebut terus dijaga untuk memastikan kedaulatan Indonesia di masa depan, namun disalurkan dengan cara dan pikiran yang pandai.

"Prinsipnya, rasa nasionalisme kamu harus kamu pelihara karena kamu pengin Indonesia harus dapatkan haknya. Tapi rasa nasionalisme harus disalurkan dengan cara dan pikiran yang pandai. Jangan jadi akhirnya cuma dikasih pidato nasionalisme, rakyat nya nggak kenyang. Jadilah manusia yang istimewa. Dan dia bayar zakat dan pajak," tutup Sri Mulyani.



Tonton juga 'Jeritan Karyawan PT Freeport: BPJS Disetop hingga Pemblokiran Rekening':

[Gambas:Video 20detik]

(eds/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed