Follow detikFinance
Kamis, 31 Mei 2018 16:23 WIB

Ini Jurus Kementan Bersih-bersih Praktik Korupsi

Akfa Nasrulhaq - detikFinance
Foto: Dok. Kementan Foto: Dok. Kementan
Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) tidak henti-hentinya melakukan bersih-bersih dari korupsi. Tidak hanya bagi kalangan intern pegawai Kementan, melainkan juga bagi pihak pihak yang terkait pertanian.

"Iya sikat habis tidak pandang bulu bagi semua pihak yang bermain main di sektor pertanian," demikian ujar Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikuktura Kementan, Prihasto Setyarto, dalam keterangan tertulis, Kamis (31/5/2018).

Berbagai upaya telah dilakukan untuk mewujudkan aparatur yang bersih. Dengan cara sosialisasi pencegahan anti korupsi dan pembinaan pengendalian hingga tindakan tegas bagi pegawai intern Kementan. Hal ini merupakan wujud Reformasi Mental aparatur di sektor pertanian sesuai arahan Presiden Jokowi.

"Sejak awal menjabat Oktober 2014, Mentan Amran langsung menggandeng BPKP, Kejagung, Kepolisian untuk mengawal program. Selanjutnya menempatkan Satgas KPK berkantor di Kementan," ungkap Prihasto.


Dalam berbagai kesempatan Amran selalu mengatakan, seluruh proyek pengadaan harus transparan, tidak boleh ada kongkalikong, termasuk yang terkait dengan perijinan impor. Amran meminta jajarannya untuk menolak bentuk-bentuk gratifikasi saat bertugas, harus profesional, berintegritas.

Jika ada pihak luar yang memaksa suap dan gratifikasi kepada aparaturnya, Amran minta agar hal tersebut dilaporkan kepada KPK dan penegak hukum, berikut diserahkan barang buktinya.

"Ini membuktikan sudah lebih dari 3,5 tahun menjabat, Amran telah menyikat habis dan tidak main-main bagi koruptor. Tidak ada ampun bagi pelanggar hukum di bumi Indonesia," terang Prihasto.

Reward and punishment diterapkan bagi aparaturnya mulai pejabat struktural tertinggi Eselon 1 hingga level staf. Seluruh program dilakukan secara terukur dan kinerja aparatnya dimonitor harian secara ketat.

"Aparaturnya dievaluasi rutin. Bagi yang berprestasi dipromosikan dan sebaliknya bagi yang salah ya ditindak tuntas," sebutnya.

Lebih lanjut Prihasto menyebutkan sudah 1.295 pejabat dimutasi dan demosi. Bahkan sudah banyak pejabat yang langsung dipecat karena melanggar hukum.


Selanjutnya Amran mengandeng KPPU untuk membersihkan kartel serta bersama Kapolri membentuk Satgas Pangan untuk membasmi mafia pangan. Demikian pula Amran sejak awal 2015 bersama TNi AD untuk membangun infrastruktur hulu, memperlancar distribusi sarana produksi dan hasil pertanian.

Hingga kini, Amran telah mengomandani dalam menangkap lebih dari 40 kasus oplos pupuk. Kartel daging, ayam, jagung dan lainnya diproses KPPU. Menangkap kasus bawang ilegal, oplos minyak goreng, dan lainnya.

"Sudah lebih dari 300 kasus mafia pangan diproses Satgas Pangan, termasuk Amran bersama Kapolri menggerebek kasus beras PT IBU yang super dahsyat," katanya.

Menurut kata Prihasto, dari capaian ini wajarlah Kementan diganjar penghargaan dari KPK pada Desember 2017 sebagai Kementerian dengan Sistem Pengendalian Gratifikasi Terbaik. Sejak dulu salah satu yang diawasi ketat oleh Amran adalah pelayanan perijinan. (idr/idr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed