Jelajahi Sumbar 2 Hari, Ini Hasil Tinjauan Kemendes

Jelajahi Sumbar 2 Hari, Ini Hasil Tinjauan Kemendes

Mustiana Lestari - detikFinance
Senin, 11 Jun 2018 10:46 WIB
Jelajahi Sumbar 2 Hari, Ini Hasil Tinjauan Kemendes
Foto: kemendes
Jakarta - Tim Jelajah Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengunjungi Provinsi Sumatera Barat. Dalam peninjauan selama 2 hari itu, rombongan menuju ke berbagai tempat untuk melihat capaian dana desa.

Pertama, mereka menuju Katiagan yang berjarak sekitar 120 km dari Simpang Ampek. Perjalanan yang diperkirakan sekitar dua jam tersebut menempuh rute yang berat. Di lokasi ini, rombongan melihat langsung jembatan Katiagan yang dibangun dari dana desa, sekaligus berdialog dengan masyarakat setempat.

"Dulu untuk menghubungkan Jorong Katiagan dan Jorong Mandiangin butuh waktu sehari, biaya Rp 200 ribu sekali jalan," kata Kepala Jorong Mandiangin Lesfi Siska dalam keterangan tertulis, Senin (11/6/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Ia juga menceritakan banyak persoalan yang dialami warganya. Tak terhitung banyaknya warga setempat yang melahirkan di atas perahu. Di Sinuruik, rombongan meninjau inovasi desa untuk obyek wisata. Masyarakat menyebutnya Kampung Pelangi yang diresmikan Datuk Febby saat kunjungan tersebut.

Menariknya, di Kampung Pelangi ada kolam ikan larangan. Setiap sore, di kolam ikan yang airnya mengalir deras ini banyak warga yang berenang dan bermain dengan ikan. Tim jelajah mengakhiri perjalanan hari kedua di Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Minggu (10/6) sore kemarin. Rangkaian kegiatan hari kedua ditutup dengan dialog bersama pendamping desa, tenaga ahli dan pendamping lokal desa se-kabupaten Pasaman.



Dalam kunjungannya tersebut, tim ini menyalurkan bantuan senilai Rp 2,5 M dan bantuan Usaha Ekonomi Masyarakat Rp 150 juta di Sinuruik, serta motor trailer untuk pendamping desa di Mapattunggul Selatan.

"Bantuan ini diberikan untuk mendorong percepatan pembangunan di desa sehingga memperkuat bangsa," kata Staf Khusus Kemendes PDTT Febby Datuk Bangso.

Selain itu, Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Padang juga mendapat bantuan Rp 750 juta yang digunakan untuk sektor penelitian dan pengembangan Badan Usaha Milik Nagari (Bumnag).



Sementara Kanagarian Sungai Buluh Timur, Kabupaten Padangpariaman mendapatkan bantuan untuk Bumnag sebesar Rp 50 juta ditambah paket Usaha Ekonomi Masyarakat (UEM) sebesar Rp 150 juta.

Di Kanagarian Pakandangan, Padangpariaman, juga diberikan bantuan sebanyak Rp 300 juta untuk paket UEM dan untuk Bumnag Pakandangan Emas Rp 50 juta.

Bahkan pendamping lokal desa Padangpariaman dan Kota Pariaman juga diberikan Rp 1 M untuk budidaya kelapa di Padangpariaman serta bantuan UEM sebesar Rp 90 juta untuk kelompok tani di Kota Pariaman.



Saksikan juga video tentang 'Pencairan Dana Desa Tahun Ini Lebih Cepat, Pengawasan Lebih Ketat':

[Gambas:Video 20detik]

(mul/ega)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads