Follow detikFinance
Senin, 25 Jun 2018 18:27 WIB

Penerimaan Pajak Capai Rp 484 Triliun hingga Mei

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Ilustrasi Uang/Foto: Rachman Haryanto Ilustrasi Uang/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Kementerian Keuangan menyebutkan penerimaan pajak hingga akhir Mei 2018 tercatat Rp 484,50 triliun. Jumlah ini tumbuh 14,13% secara tahunan atau 34,02% dari target APBN 2018.

Sedangkan penerimaan bea dan dan cukai hingga akhir Mei 2018 sebesar Rp 54,16 triliun. Dengan demikian, penerimaan perpajakan, yaitu pajak serta bea dan cukai menjadi Rp 538,66 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan pertumbuhan penerimaan yang positif ini ditopang oleh pertumbuhan PPh non migas yang mencapai 14,25% dan PPN yang tumbuh 16%.

"Pertumbuhan sebesar 14,13% di tahun 2018 dipengaruhi oleh penerimaan yang sifatnya one off pada kuartal I-2017 yaitu penerimaan dari uang tebusan tax amnesty yang mencapai Rp 12 triliun," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (25/6/2018).


Dia menambahkan jika tidak dengan tax amnesty maka pertumbuhan penerimaan pajak periode Januari hingga Mei 2018 mencapai 17,45% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2015 hingga 2017.

Sri Mulyani menjelaskan pertumbuhan penerimaan pajak di tahun 2018 masih ditopang oleh jenis penerimaan pajak yang berasal dari aktivitas impor dan produksi.

Menurut dia, kinerja positif beberapa jenis pajak utama, seperti PPh Pasal 21, PPh Badan, PPN dalam negeri, PPN impor memberikan sinyal positif peningkatan aktivitas ekonomi setidaknya dari perspektif penerimaan pajak.

"Pertumbuhan PPN Dalam negeri sedikit melambat dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017. Kondisi ini lebih banyak dipengaruhi oleh restitusi periode Januari hingga April 2018 yang tumbuh 8,17%," imbuh dia.


Dirinci lebih jauh, PPh non migas hingga Mei mencapai Rp 274,71 triliun atau tumbuh 14,25%, PPN dan PPnBM Rp 180,97 triliun atau tumbuh 16%, PBB dan pajak lainnya Rp 3,42 triliun atau tumbuh 1,04%, dan PPh migas Rp 25,4 triliun atau tumbuh 3%.

Sementara itu khusus untuk bulan Mei 2018, pertumbuhan penerimaan pajak secara year on year (yoy) tumbuh hingga 28,38% atau lebih tinggi dibandingkan Mei 2017 yang tumbuh 7,4%.

Pertumbuhan penerimaan pajak Mei 2018 ini terutama berasal dari jenis pajak yang erat kaitannya dengan aktivitas perekonomian seperti PPh Pasal 21, PPh Pasal 22 Impor, PPN Dalam Negeri dan PPh Final. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed