Follow detikFinance
Selasa, 03 Jul 2018 20:15 WIB

Menghitung Kekayaan Juragan Sengon

Sugeng Harianto - detikFinance
Pengusaha Sengon/Foto: Ardian Fanani Pengusaha Sengon/Foto: Ardian Fanani
FOKUS BERITA Raja Sengon Banyuwangi
Ngawi - Video pria tajir melintir asal Banyuwangi yang pamer kekayaan viral di media sosial. Dia mengaku menanam Sengon di atas lahan seluas 300 hektar yang berada di timur Jawa Barat hingga Banyuwangi. Mau tahu berapa besar penghasilan dari usaha menanam Sengon?

Dari informasi yang dihimpun detikcom, bisnis Pohon Sengon booming sejak beberapa tahun lalu. Selain waktu tanam yang singkat, perawatan yang tidak begitu sulit, harga jual juga terbilang bagus.

Juremi, salah satu pelaku bisnis Sengon di Karangjati, Ngawi saat berbincang dengan detikcom, menjelaskan bisnis Pohon Sengon sudah banyak dilirik masyarakat Jawa Timur. Juremi yang juga pemilik warung makan dan katering ini, juga terjun menggarap bisnis 'emas' yang menggiurkan ini.


Menurutnya, untuk merawat Pohon Sengon tidak sulit, sebab Pohon Sengon tidak membutuhkan perawatan khusus seperti menanam Pohon Jati.

"Harga bibit sengon murah. Antara Rp 1.500 hingga Rp 2.500," kata Juremi.

Juremi mengaku, saat ini menanam 1.000 bibit Sengon di atas lahan seluas 1 hektar. "Satu hektar lahan saya tanami 1.000 bibit. Biar pertumbuhannya bagus. Sebenarnya bisa dimaksimalkan sebanyak 2.500 bibit," terang Juremi.


Meski mempunyai 1.000 pohon, namun saat masa tebang, Juremi mengaku tidak mendapatkan 1.000 batang, karena saat masa penanaman 4 tahun, ada penyortiran atau pohon yang dianggap perkembangannya tidak bagus, dan ada juga yang mati.

"Pohon yang jelek kita potong dulu saat masa tanam masuk umur 2 tahun. Satu hektar kita bisa sortir hingga 300 pohon. jadi tinggal 700 batang saja yang dibiarkan hingga usia 4-5 tahun," jelas pria yang sudah menanam sengon sejak 2013 ini.


Untuk harga jual, Juremi yang mengaku mempunyai langganan tetap ini, menjual di kisaran Rp 350.000 hingga Rp 400.000 per batang. "Harga tergantung kondisi pohon. Kalau bagus tanpa ada cacat dan lurus bisa lebih mahal," ujarnya.

Lantas, berapa omzet yang diperoleh Juremi dari bisnis Sengon? Juremi mengaku saat masa panen setelah 4 tahun, mendapatkan penghasilan kotor sekitar Rp 350.000.000. "Itu belum dikurangi beli bibit, beli pupuk, jasa perawatan, biaya potong dan sewa lahan," ungkap Juremi.

Nah, itu baru Sengon di atas lahan 1 hektar. Bagaimana penghasilan Raja Sengon Banyuwangi yang mempunyai pohon Sengon di atas lahan seluas 300 hektar?


Jika di atas 1 hektar lahan ditanami 1.000 pohon, maka dengan luas 300 hektar akan ditanami sebanyak 300.000 bibit. Setelah 5 tahun perawatan, maka harga jual sengon jika rata-rata dihargai per batang Rp 350.000 dikalikan 300.000 pohon, maka penghasilan Raja Sengon saat panen sebesar Rp 105.000.000.000.

Nilai sebesar itu masih belum dikurangi biaya sewa tanah, pembelian bibit dan pupuk serta biaya perawatan dan tenaga kerja. Anda berminat menanam Sengon? (hns/hns)
FOKUS BERITA Raja Sengon Banyuwangi
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed