Follow detikFinance
Rabu, 04 Jul 2018 14:30 WIB

Industri Kreatif RI Incar Investasi dari Selandia Baru

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Dok. Istimewa Foto: Dok. Istimewa
Jakarta - Indonesia tengah mengincar investasi dari Selandia Baru untuk masuk ke industri kreatif dalam negeri. Indonesia saat ini sedang berupaya menjadi salah satu pemain utama ekonomi kreatif dunia dianggap menjanjikan.

Duta Besar RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya, menilai kondisi tersebut sudah selayaknya dimanfaatkan oleh Selandia Baru untuk mulai menggagas kerja sama.

"Pasar Indonesia yang begitu besar dan keuntungan demografis yang kita punya, harus mampu menjadi daya tarik bagi pengusaha-pengusaha di bidang kreatif di Selandia Baru untuk investasi di kita" kata Tantowi dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (4/7/2018).


Apalagi hubungan diplomatik antar kedua negara sudah cukup lama terjalin. Tahun ini hubungan Indonesia dan Selandia Baru memasuki usia ke 60. Untuk memperingati hal tersebut, sejumlah program disiapkan oleh kedua belah pihak.

Terkait itu, KBRI Wellington bekerjasama dengan Asean-NZ Busines Council menggelar seminar ekonomi kreatif, "60 years on-the opportinities in the digital age" di Wellington.

Industri Kreatif RI Incar Investasi dari Selandia BaruFoto: Dok. Istimewa

Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf sebagai salah satu pembicara kunci dalam acara tersebut. Dia menyampaikan pemerintah berkomitmen menjadikan Indonesia salah satu kekuatan besar ekonomi kreatif di dunia sebelum 2030.

Dia menyebut ekonomi kreatif Indonesia menyumbang US$ 66,61 miliar atau setara Rp 932,54 triliun (kurs Rp 14.000). Angka tersebut sama dengan 7,44% dari total GDP.

"Sumbangan ekonomi kreatif terhadap GDP kami merupakan terbesar ketiga di dunia, hanya kalah oleh Amerika dan Korea Selatan" sebut Triawan.


Dia melanjutkan, kehebatan Selandia Baru dalam menjadikan museum sebagai daya tarik pariwisata berkat kecanggihan teknologinya juga harus ditransfer ke Indonesia.

"Saya bermimpi museum diorama di Monas dapat menjadi museum modern dan hidup seperti Galipoli di Museum Te Papa Wellington" ungkapnya.

Mewakili industri perfilman Agung Sentausa ikut menjelaskan Indonesia menjanjikan bagi Selandia Baru dalam berinvestasi. Misalnya saat ini masih dibutuhkan 2.000 layar bioskop lagi untuk menampung kebutuhan penonton film di Indonesia.

"Peluang yang harus dimanfaatkan oleh Selandia Baru" tambah Agung. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed