Trump Beri Sinyal Perang Dagang, Ini Kata Pengusaha Tekstil

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 06 Jul 2018 14:48 WIB
Foto: Wisma Putra
Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi sinyal perang dagang ke Indonesia. Trump berencana mencabut perlakuan khusus di bidang perdagangan.

Menanggapi itu, Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat mengatakan, hal itu sinyal bagi Indonesia untuk segera berunding dengan AS.

"Ya artinya pemberitahuan dari Trump artinya supaya Indonesia merapat segera. Merapat itu berunding supaya menghasilkan suatu kondisi yang namanya win-win untuk AS dan ini bagaimana," kata dia kepada detikFinance di Jakarta, Jumat (6/7/2018).


Dia mengatakan, saat ini Indonesia dikenakan bea masuk sekitar 11-30% ke AS. Dia menuturkan, bea masuk yang dikenakan Indonesia jauh lebih tinggi jika dibandingkan oleh Bangladesh maupun Vietnam.

"Kan ada 0% seperti dari Bangladesh, Vietnam. Iya, makanya kita tidak berdaya saing," ujarnya.

Meski begitu, dia mengatakan, peringatan itu bukanlah ajakan untuk perang dagang. Ade mengatakan, hal itu sinyal untuk berunding.


Sebab, Ade menilai Indonesia hanya diam-diam saja terkait isu perdagangan. Padahal, bagi AS masalah perdagangan adalah hal penting.

"Tapi kan artinya mereka itu ajak berunding, karena Indonesia diam-diam saja barang kali, seolah aman-aman saja tapi buat AS sesuatu yang urgent yang harus disikapi. Artinya bukan ajak perang, artinya sinyal supaya kita pergi ke sana, istilahnya dengan delegasi tingkat tinggi katakan lah level Dirjen atau Menteri untuk bisa berunding," tutupnya. (ara/ara)