Follow detikFinance
Rabu, 18 Jul 2018 21:17 WIB

Try Sutrisno: Sistem Ekonomi Pancasila Harus Dituntaskan

Raden Fadli Sumawilaga - detikFinance
Foto: Raden Fadli/Detikcom Foto: Raden Fadli/Detikcom
Jakarta - Wakil Presiden RI ke-6 Try Sutrisno memberikan dukungan penuh terhadap program Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) yang sedang menyiapkan 'buku putih' Sistem Ekonomi Pancasila. Menurutnya, banyak masalah ekonomi bisa diselesaikan dengan ekonomi berbasiskan kerakyatan tersebut.

"Bagi saya, buku putih yang disusun ini termasuk upaya menyelamatkan bangsa," ujarnya pada pembukaan workshop 'Penyusunan Buku Putih Sistem Ekonomi Pancasila' di Jakarta, Rabu (18/7/2018).

Menurut Try Sutrisno yang juga menjabat sebagai anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), sistem perekonomian yang berkembang cenderung ke arah liberalisme.

"Kondisi ekonomi neo liberal ini perlu diselesaikan," tegasnya.

Untuk itulah, dia menyampaikan bahwa buku putih Sistem Ekonomi Pancasila yang disusun KEIN ini menjadi sangat penting. Hal ini, kata Try, dapat menjadi solusi konstitusional yang baik untuk kehidupan berbangsa di Indonesia. Karena itulah, terkait dengan implementasi Sistem Ekonomi Pancasila ini, dia menilai, perlu dukungan dalam Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN).


"Perumusan Sistem Ekonomi Pancasila ini harus segera diselesaikan, karena penting dan urgent," ujarnya.

Senada dengan Try Sutrisno, Ketua KEIN Soetrisno Bachir menyampaikan bahwa masalah utama Indonesia adalah soal ekonomi. Perekonomian inilah, katanya, yang menjadi akar masalah sosial dan politik di Indonesia.

"Masalah ekonomi inilah yang perlu dijawab oleh pemerintah dan para pemangku kepentingan lainnya," ujar Soetrisno.

Sementara Wakil Ketua KEIN, Arif Budimanta memaparkan, kegiatan penyusunan Sistem Ekonomi Pancasila ini, terutama didasari atas concern terhadap tujuan berbangsa, yaitu memberikan kesejahteraan dan keadilan kepada masyarakat.

Semua ini, tegasnya, sudah termaktub dalam butir-butir Pancasila. Untuk itulah, gagasan terhadap lahirnya buku putih tentang Sistem Ekonomi Pancasila direalisasikan.

Dalam pelaksanaannya, proses penyusunan buku putih tersebut telah mendapatkan masukan dari sejumlah kalangan di beberapa provinsi, misalnya Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.


Masuka yang diterima KEIN dalam rangkaian kegiatan diskusi tersebut datang dari pemerintah daerah, profesional, akademisi, pengusaha, bahkan pedagang dan tokoh masyarakat.

"Dari perjalanan tersebut, kemudian ditindaklanjuti dengan penyusunan buku putih ini," paparnya.

Pada workshop yang digelar selama tiga hari ini, telah datang para pemikir ekonomi dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Di antaranya adalah guru besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Didin Damanhuri, ekonom Universitas Airlangga Surabaya Kasturi Sukiadi, guru besar Universitas Brawijaya Munawwar, guru besar Universitas Andalas Syafruddin Karim dan ekonom Universitas Gadjah Mada Revrisond Baswir.

Selain Try Sutrisno sebagai penbicara, rangkaian kegiatan workshop juga akan diisi oleh Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama KH. Said Aqil Siradj dan Ketua Umum PP Muahammadiyah KH. Haedar Nashir.

"Kami berharap dari pertemuan tiga hari ini draf awal buku putih dapat diselesaikan," ujar Arif merespons harapan Try Sutrisno yang minta agar buku putih tersebut segera tuntas.


(idr/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed