Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 05 Agu 2018 19:13 WIB

Arif Budimanta: Nawa Cita Sesuai Harapan

Suci Rizqi Lestari - detikFinance
Foto: Muhammad Idris/detikFinance Foto: Muhammad Idris/detikFinance
Jakarta - Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) menilai kebijakan dan program pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla sudah sesuai dengan Nawa cita yang dijanjikan. Program Nawa cita bertujuan membentuk masyarakat yang berkeadilan dan sejahtera.

"Program Nawa cita sudah right on the track," papar Wakil Ketua KEIN Arif Budimanta saat memberikan pembekalan bakal calon legislatif dari PDI Perjuangan di Jakarta, Minggu (5/8).

Arif menegaskan, untuk mewujudkan Nawa cita, Jokowi telah melakukan transformasi struktural yang sangat penting. Transformasi struktural tersebut menyasar tiga fokus fundamental, yakni alokasi sumber daya, kebijakan yang berpihak, hingga pemberdayaan pelaku ekonomi.


Perubahan pada tiga hal itu diharapkan mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui keadilan dan pemerataan.

Menurut pandangan Arief, keberpihakan Jokowi untuk mewujudkan penerapan Nawa cita sudah tampak nyata di masyarakat. Hal tersebut terlihat dari transformasi pembangunan yang terus berlangsung untuk menciptakan kemandirian ekonomi.

"Transformasi ini terus berlangsung, sejalan dengan prioritas pembangunan untuk mencapai kemandirian ekonomi dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sesuai dengan Nawa cita yang disusun oleh pemerintahan Jokowi," ujarnya.

Arief mengungkapkan, beragam kebijakan telah diluncurkan demi meningkatkan kekuatan ekonomi rakyat dan mewujudkan kemandirian ekonomi bangsa.

Lebih lanjut Arif merinci keberhasilan yang telah dilakukan oleh pemerintahan Jokowi-JK. Pertama terlihat dari indikator perekonomian yang terus membaik, lalu kualitas hidup masyarakat yang meningkat, hingga redistribusi aset.

"Pemerintah juga mampu menjaga laju kenaikan harga, yang terbukti dari inflasi yang stabil," katanya.

Dari segi kualitas hidup, sambungnya Arif, pemerintah terus meningkatkan derajat masyarakat dengan program Indonesia Pintar dan Indonesia Sehat. Program Indonesia Sehat membuat seluruh rakyat mampu mengakses layanan kesehatan.

Di sektor pendidikan, kini wajib belajar ditingkatkan menjadi 12 tahun dari sebelumnya yang hanya 9 tahun.

Bahkan, tingkat kemiskinan berhasil diturunkan hingga ke posisi terendah sepanjang sejarah. Pada Maret 2018, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat kemiskinan mencapai 9,8 persen.


Tak kalah pentingnya, pemerintahan Jokowi-JK juga melakukan reformasi birokrasi yang nyata sehingga kegiatan berusaha di Indonesia menjadi lebih mudah. Kebijakan ini diharapkan mampu mendongkrak investasi dan juga daya saing.

"Penyederhanaan dan koordinasi terus ditingkatkan oleh pemerintah dalam hal kemudahan berusaha, seperti online single submission yang belum lama ini diluncurkan," jelasnya.

Tidak sampai di situ, pemerintahan Jokowi-Jk terus melakukan pemerataan dan keadilan sosial dengan mendorong redistribusi dan legalisasi aset melalui program Reforma Agraria. Program ini memberikan akses masyarakat terhadap aset lahan dan didukung dengan akses pembiayaan yang mudah dan murah seperti kredit usaha rakyat.

"Ini semua merupakan keseluruhan kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi sesuai dengan yang tercantum dalam Nawa cita," tutup Arif. (ega/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed