Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 06 Agu 2018 16:07 WIB

Terdampak Gempa, Pengusaha Hotel di Lombok Kosongkan Bangunan Tinggi

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Screenshot dari aplikasi BMKG Foto: Screenshot dari aplikasi BMKG
Jakarta - Gempa berkekuatan 7 skala richter mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat, tadi malam. Gempa tersebut menyebabkan sedikitnya 91 orang meninggal dan 209 mengalami luka-luka.

Untuk mengamankan para penghuni dan wisatawan di dalam gedung dari kecelakaan akibat kerusakan bangunan pasca gempa, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Abdul Hadi Faishal mengimbau agar para pengusaha hotel untuk mengosongkan gedung- gedung tingginya untuk sementara.

"Untuk sementara hotel-hotel berlantai tinggi diimbau untuk dikosongkan dengan alasan keamanan. Kami sudah instruksikan untuk dikosongkan," kata dia kepada detikFinance, Senin (6/8/2018).



Ia menjelaskan banyak gedung di Lombok hanya memiliki 12 lantai beberapa diantaranya terdiri dari tujuh sampai 10 lantai. Ia mengimbau untuk sementara bangunan-bangunan tinggi dikosongkan.

"Ada yang berlantai 12 ada juga lantan 7 untuk sementara dikosongan sementara demi keamanan wisatawan.

Ini ada yang berlantai 10 kamarnya ada tempat meeting ada tempat acara-acara ini ada lantai 12 lah yang sementara dikosongan itu kebanyakan dari ivestornya mereka fokus membangun antara 12 lantai ya sekitar itu lah belum ada sampai 20 lantai," ujar dia.

Langkah yang saat ini tengah dilakukan oleh PHRI yaitu mengumpulkan wisatawan di Gili Trawangan dan Gili Meno ke tanah Lombok.

"Pertama kita bagi tugas ya yang saya tangani detik ini juga yaitu sekitar 130 lebih ya wisatawan yang Malaysia yang harus segera dievakuasi dari Gili Trawangan dan Gili Meno menuju Airport Lombok untuk diberangkatkan," ujar dia.

Ia menjelaskan pihaknya suda memasang tenda di kawasan bandara, tugas dari PHRI adalah mengamankan para wisatawan sampai bandara. Mengenai adanya keinginan waisatawan untuk tetap di tanah Lombok atau pergi itu adalah hak dari para wisatawan.

"Hari ini mereka ada yang bisa berangkat, karena Malaysia juga banyak mengangkut tamu yang sudah harus punya tiket hari ini tapi kita sudah sepakati tadi dari konsultan juga sudah berkomunikasi langsung dengan pihak Air Asia dan itu sudah disepakati besok akan ada extraflight dari dan menuju ke Lombok dari Malaysia," jelas dia.



Sementara itu kondisi Lombok saat ini masih dipulihkan. Jaringan listrik di Lombok juga masih padam di beberapa kawasan dengan persentase sekitar 25% sistem listrik yang siang ini masih padam.

Kondisi ini sudah jauh lebih baik karena dari total beban pelanggan PLN terlayani 99 MW, hingga malam masih tersisa 50 MW atau sekitar 50% masih padam semalam.

PLN saat ini tegah bergerak cepat menangani gangguan pasokan listrik ke pelanggan akibat guncangan gempa bumi berkekuatan 7,0 SR yang terjadi di Lombok dan sekitarnya pada Minggu (5/8/2018). Ia menjelaskan telah memperbaiki sebagian kawasan sehingga tinggal tersisa 25% listrik yang padam atau sekitar 26 MW. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com