Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 07 Agu 2018 18:24 WIB

Di Depan Pengusaha Sri Mulyani Beberkan Strategi Genjot Ekspor

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan strategi pemerintah menggenjot ekspor. Hal itu disampaikan di hadapan para eksportir di Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Pada pertemuan yang membahas peningkatan ekspor nasional itu, Sri Mulyani menyampaikan strategi pemerintah untuk membantu pengusaha meningkatkan ekspor.

"Pemerintah dalam menghadapi ini, strategi jelas kita ingin growth tetap, tapi tak ingin keseimbangan di luar jadi buruk. Oleh karena itu kita akan memacu ekspor dan menarik investasi untuk mengurangi ketergantungan impor," katanya, Selasa (7/8/2018).



"Ini yang sangat sungguh-sungguh oleh pemerintah, makanya sekarang semua lewat Pak Menko (Darmin Nasution), dan kami di Kementerian Keuangan untuk bisa bersama sama memperbaiki kinerja ekspor dan mengurangi ketergantungan impor," sambungnya.

Khususnya di Kementerian Keuangan, kata Sri Mulyani pihaknya memiliki sejumlah instrumen untuk memudahkan eksportir memacu ekspor. Instrumen yang dimaksud, ialah pajak, bea cukai dan belanja negara, serta Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Instrumen ini bisa menjadi insentif buat eksportir.

"Dari sisi pajak dan bea cukai bisa jadi insentif dari mulai inesentif percepatan fasilitas pelayanan sampai betul betul insentif berupa uang," lanjutnya.



Belum lagi ada tax holiday dan tax allowance yang meringankan beban pajak pengusaha, termasuk eksportir.

"Kalau bapak ibu melakukan training untuk pekerja supaya jadi pekerja yang makin baik bisa dikurangkan biayanya (pajak). Kalau melakukan R&D (Research and Development) untuk perbaiki produk, bisa juga dibiayakan untuk mengurangi pajak," tuturnya.

Lewat Bea dan Cukai, pemerintah juga membebaskan bea masuk buat barang impor yang masuk dalam kategori insentif bisa dibayarkan pemerintah.

"Jadi insentif dari pajak dan bea cukai saja bisa dalam bentuk yang langsung bapak ibu rasakan dari sisi keuangan, dan rasakan dari sisi kecepatan dan kepastian pelayanan," lanjutnya.



Dari sisi kepastian dan kecepatan pelayanan, ada sejumlah kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

"Kita buat pusat logistik, KITE (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor), kawasan industri tujuan ekspor, dan bagian kita melakukan pelayanan kepada anda (eksportir), sehingga tak perlu berbagai macam yang selama ini dianggap pusing kepada birokrasi," tambahnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com