Follow detikFinance
Jumat, 10 Agu 2018 15:12 WIB

Kisruh Angka Kemiskinan, Kepala BPS: Karena Pertama Kali 1 Digit

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat per Maret 2018 jumlah orang miskin di Indonesia mengalami penurunan sebesar 633.000 menjadi 25.95 juta dari posisi September 2017 yang sebesar 26,58 juta orang.

Jumlah orang miskin yang sebanyak 25,95 juta orang ini pun jika dipersentasekan menjadi 9,82% dari total penduduk Indonesia atau memasuki level single digit.

Penurunan angka kemiskinan ini pun sempat diperdebatkan oleh berbagai kalangan. Mulai dari Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sampai Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.



Menanggapi itu, Kepala BPS Suhariyanto menilai perdebatan soal angka kemiskinan yang turun karena memasuki era baru, yakni dengan persentase single digit.

"Yang kemarin kemungkinan menimbulkan debat, memang ini pertama kali persentasi kemiskinan memasuki satu digit," kata Suhariyanto saat berbincang dengan detikFinance, Jakarta, Kamis (10/8/2018).

Berdasarkan catatan BPS, persentase kemiskinan sejak 1976 mengalami penurunan, dari 40% turun menjadi 9,82% di Maret 2018. Penurunan ini pun menjadi yang paling terendah sepanjang sejarah di Indonesia.

"Sebelumnya selalu di atas 10%, untuk pertama kalinya persentase kemiskinan 9,82%," jelas dia.



Adapun, pria yang akrab disapa Kecuk ini mengungkapkan bahwa metodologi penghitungan angka kemiskinan di Indonesia tidak pernah berubah sejak 1976, begitu pula dengan metode yang diterapkan.

"BPS memilih metode kebutuhan dasar karena itu mengacu guidance internasional juga digunakan di banyak negara berkembang, di Vietnam, India, Thailand menggunakan metode yang sama," tutup dia.


Saksikan juga video ' Penjelasan BPS Soal Angka Kemiskinan yang Diperdebatkan':

[Gambas:Video 20detik]

(hek/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed