Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 11 Agu 2018 12:30 WIB

Kementan Genjot Ekspor Cocoa Butter Kendari ke Belanda

Nabilla Putri - detikFinance
Foto: Dok. Kementan Foto: Dok. Kementan
Kendari - Melalui Pelabuhan Kendari New Port yang baru beroperasi Januari 2018, Kementerian Pertanian terus mendorong peningkatan ekspor sektor pertanian, tak terkecuali komoditas yang berasal dari Kendari. Karantina Pertanian sudah memfasilitasi ekspor cocoa butter sebesar 300 ton dengan total nilai Rp 27 miliar ke Belanda

Sebagai instansi yang bertanggungjawab dalam pengawasan lalu lintas produk pertanian, khususnya keamanan dan kesehatannya. Balai Karantina Pertanian (BKP) Kendari di setiap pintu pengeluaran bandara dan pelabuhan, telah melakukan pelayanan efektif.

"Kami sangat mendukung aktivitas ekspor yang dapat dilakukan langsung dari Kendari. Karantina Kendari siap membantu fasilitasi agar komoditas ekspor yang dikeluarkan dari Kendari memenuhi standar kesehatan yang dipersyaratkan negara tujuan ekspor," ujar Kepala Karantina Pertanian Kendari Mastari, dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/8/2018).

Menurut Mastari, dulu aktivitas ekspor komoditas pertanian unggulan harus melalui Makassar ataupun Surabaya. Namun kini, Pelabuhan Kendari New Port telah digunakan untuk aktivitas ekspor secara langsung terhitung sejak Januari 2018.


Bahkan, sebanyak tiga kali dalam dua bulan terakhir, Karantina Kendari sudah memfasilitasi perusahaan eksportir cocoa butter PT. KKI. Masing-masing 160 ton, 40 ton, dan yang terakhir 100 ton cocoa butter langsung ke Belanda.

Untuk mengawal persyaratan kesehatan dan keamanan komoditas, agar dapat sesuai atau memenuhi persyaratan yang diminta negara tujuan ekspor. Karantina Kendari telah menerapkan sistem pengawasan inline inspection, guna memperlancar akselerasi ekspor produk kakao di Sulawesi Tenggara.

Kementan Dorong Peningkatan Ekspor Cocoa Butter dari KendariFoto: Dok. Kementan

"Seperti cocoa butter ini, Belanda mempersyaratkan Phitosanitary Certificate (PC) dari karantina. Makanya kami kawal sejak awal, proses mulai dari hulu sampai hilirnya dalam pemantauan petugas karantina. Hingga saat tiba waktunya ekspor, tidak perlu ada kejadian bongkar muat kontener untuk diperiksa, karena semua sudah dilakukan di gudang pemilik," terang Mastari.

Pemeriksaan dan pengujian sampel produk di lab karantina untuk uji mikroskopis juga dilakukan untuk sebelum dikeluarkannya PC yang dipersyaratkan. Selain itu, Karantina Kendari juga memonitor gudang penyimpanan produk, kardus kemasan sampai pada kontener yang digunakan sebagai alat angkut ekspor. Hal ini untuk memastikan apakah sudah sesuai standar untuk terbebas dari hama gudang.


Menurut Mastari, percepatan layanan ditingkat pusat juga terapkan terobosan inovasi di bidang Information Technology (IT) yakni dengan pemberlakuan e-certification dan e-payment. Untuk tujuan ekspor ke Belanda, dua hal ini telah diterapkan dan bakal terus dijajaki ke negara tujuan ekspor lainnya. Dengan hal tersebut dapat dipastikan percepatan ekspor produk pertanian ke negara tujuan terus dikawal Karantina Pertanian. (idr/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com