Ini Strategi Penjual Laptop Hadapi Kenaikan Dolar AS

Ini Strategi Penjual Laptop Hadapi Kenaikan Dolar AS

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Jumat, 31 Agu 2018 17:55 WIB
Ini Strategi Penjual Laptop Hadapi Kenaikan Dolar AS
Foto: Selfie Miftahul Jannah
Jakarta - Dolar Amerika Serikat (AS) sore ini sudah menyentuh Rp 14.844. Kondisi ini mulai memberi dampak yang terasa ke sektor-sektor yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Contohnya seperti harga laptop di Mangga Dua.

Menghadapi kondisi tersebut para pemilik toko di Gedung Harco Mangga dua, Jakarta Utara melakukan berbagai cara agar dampak negatifnya bisa diantisipasi. Seperti membatasi stok barang di toko.

Salah satu penjaga toko Hp di Kawasan Mangga Dua, Rini menjelaskan hanya menstok dua unit laptop untuk setiap jenisnya di dalam toko. Selain untuk menghindari pencurian, skema ambil stok dari pusat juga dirasa efektif menahan dampak negatif penguatan dolar AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Satu jenis paling hanya dua stok. Karena kan nggak setiap hari terjual. Kalaupun ada yang mau beli tinggal ambil di supplier," kata dia kepada detikFinance, Jumat (31/8/2018).



Sementara itu mengenai adanya penguatan dolar AS terhadap rupiah juga dirasakan Rini. Tokonya pernah kehabisan netbook dengan jenis tertentu. Ketika diminta untuk dikirim lagi untuk menambah stok harganya naik Rp 100.000

"Nggak semua naik, tapi pernah Agustus awal atau pertengahan ya, ini saya minta stok notebook BW HP harganya bulan lalu Rp 5 juta tapi pas datang dengan barang yang sama buat dijual sekarang harganya naik jadi Rp 5,1 juta," kata dia.

Ia mengaku tidak semua barang elektronik di HP naik. Harga masih sesuai katalog dan flayer. Mengenai adanya kenaikan harga akibat rupiah Rini mengaku tidak merasakannya langsung selama penjualan.

"Nggak sih biasa aja baru yang itu saja barang lama tapi harganya baru, dari Rp 5 juta ke Rp 5,1 juta, mungkin karena pengaruh dolar juga." kata dia

Sementara itu strategi lainnya juga dilakukan salah satu pedagang aksesoris komputer di Mangga Dua Gunawan.



Dia menjelaskan untuk mengantisipasi hal tersebut, ia sengaja memberikan harga agak tinggi untuk mengantisipasi fulktuasi terutama saat harga naik.

"Misalnya kalau sudah nggak bisa lagi bertahan, kita naikkan agak tinggi misalnya naik Rp 5.000- 10.000 agar nanti kalau ada kenaikan harga dari supplier kita nggak deg-degan, kata dia.

Gunawan juga menjelaskan, langkah antisipasi juga tidak hanya dilakukan oleh para pemilik toko. Ia menjelaskan para reseller peralatan komputer yang biasa membeli di tokonya juga melakukan langkah antisipasi.

Karena, harga beberapa produk seperti keyboard game, mouse, coolpad, speaker mengalami kenaikan yang cukup besar sampai Rp 10.000 - Rp 12.000 para reseller akhirnya membeli barang dengan kualitas dan harga yang lebih murah.

Sebagai pemasok yang kerap kali mendapat pesanan besar dari reseller, ia mengaku kerap menerima keluhan akibat kenaikan harga yang terdampak penguatan dolar AS.

"Ada yang naik, memang hanya untuk beberapa item yang agak mahal. Kita naikkan sekitar Rp 10.000 tapi kan kalau belinya banyak nambahnya juga mahal, cuma kan keluhan ada terutama dari reseller," jelasnya.



Langkah lainnya adalah dengan lebih selektif membeli barang yang akan dijual kembali. Memilih produk dengan kualitas yang lebih rendah pun sulit dihindari.

Ia menjelaskan, banyak reseller yang akhirnya mengambil barang dengan kualitas yang lebih bawah, untuk mendapatkan harga yang lebih murah.

"Misalnya untuk yang keyboard dia biasa beli yang Rp 300.000, nah karena yang Rp 300.000 jadi 315.000 dia jadi beli yang Rp 250.000. Reseller beli ke harga yang lebih rendah dan kualitasnya juga yang agak bawah," katanya. (dna/dna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads