Rupiah KO Lawan Dolar AS, Sri Mulyani: Pemerintah Siaga

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 05 Sep 2018 23:57 WIB
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Pemerintah berharap masyarakat tenang menyikapi nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pemerintah tidak tinggal diam rupiah terus dihantam penguatan dolar AS.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan pelemahan nilai tukar saat ini disebabkan gonjang-ganjing perekonomian global. Selain perang dagang antara AS dan China, gejolak ekonomi yang melanda Turki, Venezuela hingga Argentina membuat investor khawatir menempatkan dananya di negara berkembang termasuk Indonesia.


"Seperti hari ini banyak fund manager rebalancing. Sekarang semua fund manager menganggap emerging market bersiko sehingga mereka menghindar," tutur Sri Mulyani di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/9/2018).

Sri Mulyani menjelaskan, para investor asing melihat kondisi makro ekonomi Indonesia dari sisi pertumbuhan ekonomi dan inflasi masih terjaga, namun mereka melihat defisit neraca berjalan masih melebar.


Hal itu terlihat dari investasi portofolio yang tercatat minus US$ 1,2 miliar di kuartal I-2018 dan hanya masuk US$ 0,1 miliar di kuartal II-2018. Investasi portofolio sendiri merupakan catatan arus masuk modal asing ke pasar saham dan keuangan.

Namun untuk mengatasi hal itu, pemerintah mengambil langkah dengan menaikkan pajak penghasilan (PPh) impor terhadap 1.147 komoditas. Tujuannya tentu untuk mengerem impor yang menjadi pemberat dari defisit transaksi berjalan


"Neraca pembayaran kita dianggap merupakan bagian yang harus kita address. Maka sekarang kita address isu itu. Kalau dari sisi kebijakan monter dan fiskal, APBN kita defisit menurun, dan moneter tetap menjaga inflasi rendah," terangnya.

Sri Mulyani mengimbau masyarakat tidak perlu panik berlebihan melihat pelemahan rupiah. Dia meminta agar masyarakat tetap percaya pemerintah dan BI tidak tinggal diam.

"Kondisi memang berubah, namun pemerintah ingin menyampaikan ke masyarakat, pemerintah tetap siap siaga," kata Sri Mulyani (das/hns)