Follow detikFinance
Jumat, 14 Sep 2018 18:19 WIB

Tak Ingin Dodol Cepat 'Buluk', Pengusaha Pakai Gula Impor

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Ilustrasi Dodol Garut (Foto: Grandyos Zafna) Ilustrasi Dodol Garut (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta - Ketergantungan produksi olahan pangan akan impor memang tidak bisa dipungkiri. Hal tersebut dijelaskan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat menjelaskan mengenai kondisi produsen Dodol Garut lebih memilih untuk menggunakan gula olahan rafinasi untuk industri dibandingkan gula lokal.

"Ini yang prihatin Dodol Garut, saya ketika dengan owner-nya berbicara, dia terpaksa beli GKP yang hasil olahan raw sugar (gula mentah). Hal itu dilakukan agar olahan Dodolnya tidak bulukan jika didiamkan lebih dari 1 Minggu. Dari situ dia beli gula dengan harga yang lebih mahal," kata ia saat bertandang ke kator detikcom, Jakarta Selatan, Kamis (13/9/2018).

Usut punya usut, lanjut Enggar, cepat buluknya dodol garut bila menggunakan gula lokal adalah karena kualitas gulanya yang dianggap kurang memadai.

"Artinya tingkat kesehatan itu bagus. Tapi demi eksistensinya ini dibagi jadi dua yang konsumsi. Tebu itu standarnya tinggi tapi yang untuk industri nggak ada toleransi. Coca-cola nggak bisa terima gula itu. Indofood Mayora nggak mungkin bisa ekpor kalau gula lokal," jelas dia.


Enggar menjelaskan mengapa Indoensia belum bisa memenuhi kebutuhan gula industri yang begitu tinggi.

"Gula ada dua jenis gula rafinansi yang berasal dari raw sugar diolah untuk kepentingan industri yang satu lagi dari konsumsi tebu dan ditambah raw sugar yang diolah menjadi gula kristal putih untuk dikonsumsi," jelas dia.


Ia menjelaskan untuk memenuhi kebutuhan industri dan konsumsi pemerintah akhirnya mengeluarkan izin untuk mengimpor gula mentah di tahun ini

"Kebutuhan dalam negri 4,3 juta ton. Kemduian gula kristal konsumsi 3,2 juta ton. Ini angka ini dari rakor bukan ditetapkan dari saya itu data yang ada. setiap akhir tahun kita buat datanya ketersediaan untuk gula 818.000 ton kosnumsi stok awal di dalam negeri itu. Perkiraan produksi di dalam negeri 2,1 juta saya harus jujur menyatakan," kata dia. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed